Skenario Perjalanan Wisata Kebugaran KEMAH BUDAYA PANTURA : Merevitalisasi Seni Budaya Menyongsong Era Revolusi Industri

Hits: 2284

Papuajaya.com – Lamongan – Kemantren, Paciran Lamongan, Perjalanan Kita dari Kota Surabaya menuju Kota Lamongan itu membuahkan Perubahan Skenario Perjalanan Wisata Kebugaran Kemah Budaya Pantura, dengan Tema : Revitalisasi Seni Budaya Menyongsong Era Revolusi Industri 4.0, di lapangan selalu ada mujidzat dan perubahan sangat dinamis, ya dinamis, aaah gitu dech.24/12/2019

Kita datang tepat; waktu pertama kali jam 21.30 WIB 24 Desember 2019, bertemu dan di sambut hangat dengan senyuman rasa santri nya tersebut, oleh salah satu pemateri Acara KEMAH BUDAYA PANTURA,

Mas Huda, Blora Gresik,
Sutradara dan Pemateri Kelompok 4, Proses Kreatif dan Penciptaan Karya Teater- Tari-Batik- Wayang Kontemporer, beserta Saresehan Budaya dan Pagelaran Seni Budaya Masing Masing Kelompok, ada 6 Kelompok, beserta Pagelaran Seni Budaya Para Penyaji Materi Rumah Budaya Pantura, yang sudah dipilih dan bisa bersepakat bulat dengan panitianya, misalnya SENI BATIK dan SENI TARI LUDRUK.

Workshop Minggu, Senen, Selasa, 22 sd 24 Desember 2019.

“Rumah Budaya Panturan ini baru pertama kali nya di gelar, “Sohibul Huda Blora Gresik Lamongan, yang menceriteritakan Satuan Kehadiran dan “RUANG WAKTU TEMPAT MOMENTUM” dari KEMAH BUDAYA PANTURA [KRB] tersebut.

Pertemuan dan Penyelarasan Para Seniman Budaya Lamongan dan Gresik, biasanya setiap 2 Tahun sekali, pada Acara LAGISTIK, Latihan Gabungan Teater Kota SeGersik
Berjalan Sudah lama, tetapi di tahun 2019 LAGISTIK SEGER digeser ke Kota Lamongan, dengan Wadah Isi dan Isi Wadah “Rumah Budaya Pantura, ” Dengan Konsep yang Berbeda, bukan hanya teater tapi ada keikut sertaan di bidang seni tari, seni batik, seni wayang kontemporer, baru
Menyosong era generasi milineal dan dengan kecepatan pergerakan peradaban manusia berrevolusi industri 4.0.

Huda Blora Gresik Lamongan, menjelaskan, “Tantangan terbesar di era sekarang, dalam beragam kegiatan BerKesenian Budaya, jarang diminati oleh anak muda generasi milenial kita sekarang ini.”

Untuk Kebutuhan dan Kepentingan tersebut, “Kita mencoba untuk membuktikan bahwa dalam Ilmu Ilmu Proses Kreatif & Penciptaan Kesenian Seni Karya dengan Sumber Bidang Garap Alam Semesta Raya serta Proses Perjalanan Karya dan Maha Karya Para Leluhur Kita [Baca: Ki Supar Guru Seni Dalam Wayang Purwo Purwosari Pasuruan] kita bisa di terima oleh generasi muda, generasi milensial bangsa Indonesia, khususnya Kawasan Pantura Jawa Timur, karena kandungan Gerak Diam, Pengisian Wadah Isi dan Isi Wadah Ilmu Teater mampu di praktekkan dan di warnai oleh aspek aspek realitas kekinian, kekunoaan dan ke milenialannya.

Dengan terlibat aktif dan Partisipatif Inisiatif Proses Kreatif & Penciptaan Bersama sama, maka Kesenian Seni Budaya itu, Kita bisa menjaga karya adiluhung nenek moyang Bangsa Indonesia, ujarnya Mas Huda Blora Gresik Lamongan, dengan catatan Pernyataan dan Pertanyaan, Ya Besarnya adalah “Sejauh Mana Kesadaran Kita : Sadarkah Kita Apa Yang Kita Jaga dan Apa Tantangan Sesungguhnya di Era Milenial Ini, Dan Apa Itu Barang Wujudnya Milienial dengan segenap kecepatan serta percepatan perubahannya”

Huda Blora Gresik Lamongan Menceriterakan dan Mengisahkan Siapa saja Pematerinya.

Sutradara dari Bandung, Johan, Kelompok 2, yang saat itu sedang tampil dengan musik karinding dan peragaan Upacara Proklamasi 17 8 1945.

Galuh DKJT
Mahendra Cipta DKJT;
Dodian Masfa Teater Tobong;
Solihul Huda [Petunjuk Yg Baik] Asli Blora nikah Gresik; Ki ompong Temanggung Magelang; Johan Asli Bandung, dapat Lamongan;
Penyaji BATIK nya [Baca : Program Proses BATIK KITAB BAKTInya Guntur Bisowarno Bamboo Spirit Nusantara Bamboo Spirit Indonesia, 2013 sd sekarang]; TARi nya Pak Tri; Ludruk nya Maimura.”

Acara Malam Itu, 24 Desember 2019 di tutup dengan Kegaulan, Kerinduan, Kegembiraan, Kebahagiaan dan VISIONER 30 tahun ke depan, serta Rasa Getaran Hawa Holografis Informasi Para Peserta Kemah Budaya Pantura, yang bangkit dan teraktivasi semangat Karya Proses Kreatif & Daya Penciptaan Karyanya.

🙏Salam Seni dan Budaya🙏
Sesi Sarasehan Budaya dan Proses Kreatif Penciptaan Karya Theater 🎭 bersama para pemantik materi -Dody Yan Masfa, Galuh Tulus Utama, Mahendra Cipta, Kie Ompong Sudarsono, Jo Batara Surya, Sholihul Huda, Zuhdi Swt dan seluruh peserta, serta segenap pelaku / pegiat kesenian dan kebudayaan Jawa Timur pada gelaran Kemah Budaya Pantura 2019
#rumahbudayapantura
#prosesrumahbudayapantura
#kemahbudayapantura2019
#dewankesenianjawatimur @ Rumah Budaya Pantura

Huda Blora Gresik Lamongan, “menutup Dialog Perihal Workshop KEMAH BUDAYA PANTURA dan Membedah Teater yang sedang di latih dan di gelar selama 3 hari, malam itu puncaknya di Tutup Dengan Saresehan Budaya dan Diskusi Teater, yang dipandu oleh Cak Deny Jazuli, Lurahnya Sanggar Pasir, Gresik.

Penulis Guntur Bisowarno