Sinergitas Pancaran Energi Candi Lumbung Sri & Candi Lumbung Sedana Taman Sari Kasuranggan Sumberawan Singosari

Hits: 2006

Papuajaya.com – Purwosari Purworejo Pasuruan Jawa Timur, Senen Kliwon, 29 Agustus 2022. Perbincangan Gayeng Perkara Daya Pancaran DAMAR KENCONO LUMBUNG NUSANTARA LUMBUNG INDONESIA, sudah Kita lakukan bersama Prof Juajir Kertanegara sejak 2017 dan sudah Beliau Aplikasikan Dalam Bentuk Candi di Taman Sari Taman Kasuranggan Singosari, Malang Raya,,Jawa Timur, di Tahun 2022 ini.

Prof Juajir Kertanegara Guru Besar Ilmu Hukum Ekonomi Fakultas Hukum Universitas Hasanudin Makasar, sekarang juga sedang menjabat Ketua Dewan Pendiri Lembaga Komunikasi Pemangku Adat Seluruh Indonesia LKPASI.

*Perwujudan Pancaran Damar Kencono Energi Dawuh Leluhur Nuswantara*

Sejak bulan Agustus 2019, Kita sudah mendengarkan secara langsung, perihal dawuh leluhur buat Bunda R. Ayu Tussy Puspo Nitinegoro untuk membuat 7 Sumur di Kawasan Taman Sari Taman Kasuranggan Singosari Malang Raya Jawa Timur, saat Kita berbincang bincang gayeng di Pendopo Kasuranggan tersebut bersama juga beberapa Pelaku Budaya Jawa Timur dengan Prof Juajir Kertanegara di sana.

Sesudah Agustus 2019 menuju 23 Agustus 2022, terjadilah wujud lengkap dawuh leluhur tersebut, dan beruntunglah Kita bertemu kembali secara langsung bertatap muka bisa berbincang bincang gayeng dengan Bunda Tussy dan Prof. Juajir Kertanegara yaitu Perihal Wujud Perwujudannya dalam bentuk 3 dari 7 Sumurnya, dimana ke 3 sumur ada, ternyata menjadi dasar untuk diatasnya menjadi 3 Candi, yaitu Candi Damar Kencono dan Candi Lumbung Sri dan Candi Lumbung Sedana, beserta rangkaian 8 Pancuran Sumber Mata Air Sumberawan, berupa Pancuran Kepala naga ada 7 buah, 4 di Kolam Patirtaan, 3 di salah satu bilik taman sarinya dan 1 buah Pancuran Dewi, dengan fungsi serta kegunaannya masing masing.

*Penjelasan Prof Juajir Kertanegara*

Penjelasan Prof Juajir Kertanegara kepada Kita, Selasa Legi, 23 Agustus 2022, pagi hari itu, telah meneguhkan Kita bahwa sudah berlangsung adanya kegiatan doa dan ritual spiritual bersama dengan Para Tokoh Adat dan Sesepuh Singhasari, dengan Bunda Tussy dan Prof Juajir Kertanegara, untuk peresmian dan upacara tumpeng selamatan bersama Para Tokoh Adat dan Sesepuh Singhasari atas kehadiran serta fungsi kegunaan dari ke 3 Candi tersebut, di Taman Sari Taman Kasuranggan Sumberawan, Singosari, Malang Raya, sudah berlangsung Malam Hari, Sabtu Pon, 20 Agustus 2023, beberapa Tokoh Adat dan Sesepuh Singhasari, yang sudah Kita kenal dengan baik, diantaranya adalah Ki Wondo, Ki Mujiono, selain Pemimpin Doa Ritual Spiritual tersebut yaitu Ki Widarto, yang juga di hadiri oleh Sekretaris Perkumpulan Kedhaton Singhasari KRT Yusuf Tanoko dari Desa Toyomarto Singosari.

*Peranan Puspa Bunga Kembang dan Dupa Dipa Nusantara Kita*

Perjalanan Laku Spiritual Bunda R. Ayu Tussy Puspo Nitinegoro bersama Prof Juajir Kertanegara, yang sudah pernah dilakukan bersama sama ke seluruh perwakilan pelosok pelosok sendhi sendhi nusantara, dengan menggunakan media bunga kembang puspo dan juga dengan menyalakan dupa dipa nusantara, untuk Keselarasan Jiwo, Rogo dan Spiritual, produksi Yayasan Kota Legenda Keraton Nusantara Candi Sumberawan Singosari Malang Jawa Timur.

*Petunjuk dan Perwujudan Pamong Nuswantara*

Laku Perjalanan dari Satu Petunjuk ke Petunjuk berikutnya dalam bentuk Dawuh Sabda Titah dari Sang Pencipta melalui Pamong Tanah Jawa dan Para Leluhur, yang selalu terhubung dengan Bunda Tussy berdua dengan Prof Juajir di dalam ruang Meditasi Keheningannya.

Beliau berdua juga telah melakukan dan sampai pada perjalanan ritual spiritual perkara 3 Candi Taman Sari Kasuranggan tersebut, untuk sampai di Puncak Gunung Tidar, tempat pertemuan Eyang Semar dan Syeh Subakir mengadakan Perjanjian Spiritual dan Perjanjian Damai di sana,

Beliau berdua mendapat petunjuk dari leluhur pamong tanah jawa, dalam bentuk arahan untuk memadukan dan membawa beberapa Buah Batu Stupa Miniatur Candi Borobudur dari Kawasan Borobudur Magelang ke dalam 3 Candi serta Taman Sari Kasuranggan Singosari tersebut.

dan Beliau berdua di dawuhi untuk tidak boleh mampir kemanapun lagi, langsung membawa bebarapa Buah Batu Stupa Candi Borobudur untuk disematkan di 2 Candi Lumbung, Candi Lunbung Sri dan Lumbung Sedana,

serta dipasang di atas Pancuran Air dari 4 Pancuran Air ber Kepala Naga dan 1 Pancuran Air Dewi Kemakmuran dan Kesejahteraan di Taman Sari Taman Kasuranggan Sumberawan, Singosari, Malang Jawa Timur tersebut.

*Sinergitas Lumbung To Lumbung, Bendungan To Bendungan, Lumbung To Bendungan, Bendungan To Lumbung Bersama Pemerintah Presiden Ir. Joko Widodo*

Kehadiran Daya Energi Leluhur dan Daya Energi Ilahi berupa Pancaran Daya Energi CANDI Damar Kencono dalam Sinergitas Pancaran Energi dari ke 3 Candi Taman Sari Sumberawan Singosari tersebut sangat bertepatan dengan Kebijakan dan Wujud Perwujudan Pembangunan 57 Bendungan Air Berkapasitas Besar hingga Terbesar se Asia Tenggara dalam Sejarah Pemerintahan Negara RI di bawah Pimpinan Presiddn Ir. Joko Widodo.

Data Fakta Sejarah, sekarang dari tahun lalu, Jokowi sudah meresmikan 13 bendungan di 9 propinsi, sehingga menjadi 29 bendungan dan ditambah akhir tahun 2022 ditambah 9 bendungan baru menjadi 38 bendungan baru.

dan bakal terus bertambah menjadi 57 buah bendungan air di tahun 2024, untuk menjamin adanya tandon gudang ketersediaan air bagi para petani, untuk kebutuhan olah produksi pertanian, dalam memenuhi kebutuhan air dalam rupa pengaturan irigasi air pertaniannya yang berkelanjutan dan berkesuaian, sesuai tata kelola irigasi management air pertanian untuk menjadikan Indonesia Memiliki Ketangguhan dalam Ketahanan dan Kemandirian Pangan.

*Sinergitas Pancaran Energi Perwujudan Candi Lumbung Taman Sari Taman Kasuranggan Singosari dengan Bendungan Ketahanan serta Kemandirian Pangan dari 29 menjadi 57 Bendungan Baru Se Indonesia 2024*

Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin membangun 57 bendungan di seluruh Indonesia sebelum mengakhiri masa jabatannya pada 2024.

Hal itu disampaikannya saat meresmikan Bendungan Bintang Bano, *bendungan ke-29 di masa pemerintahannya*.

Jokowi mengatakan air menjadi kunci dalam ketahanan dan kemandirian pangan.

Menurutnya, bendungan adalah cara pemerintah memastikan ketersediaan air untuk masyarakat.

“Insyaallah nanti pada akhir 2024 total bendungan yang akan diselesaikan adalah 57 bendungan di seluruh Tanah Air Indonesia,” terang Jokowi di Kabupaten Sumbawa Barat, disiarkan kanal Youtube Sekretariat Presiden, Jumat (14/11/2021)

Jokowi menyampaikan Bendungan Bintang Bano dibangun sejak 2015. Pemerintah mengeluarkan dana hingga Rp1,44 triliun untuk mengongkosi proyek bendungan ini.

Mantan wali kota Solo itu menyebut Bendungan Bintang Bano mampu menampung air sebanyak 76 juta meter kubik. Bendungan ini mampu mengairi sawah seluas 6.700 hektare (ha).

“Kita harapkan bendungan ini akan mendukung ketersediaan air di Sumbawa Barat, mendukung ketahanan pangan di Provinsi NTB, dan juga bisa memenuhi kebutuhan air baku,” ucap Jokowi.

Sebelumnya, Jokowi menggenjot pembangunan bendungan di seluruh wilayah Indonesia. Ia ingin bendungan menjadi tumpuan untuk menciptakan kemandirian pangan.

Pada tahun lalu, Jokowi meresmikan 13 bendungan di 9 provinsi.

Bendungan-bendungan itu adalah Bendungan Tukul, Jawa Timur; Bendungan Tapin, Kalimantan Selatan; Bendungan Napungete, NTT; Bendungan Sindangheula, Banten; Bendungan Bendo, Jawa Timur.

Kemudian, Bendungan Kuningan, Jawa Barat; Bendungan Way Sekampung, Lampung; Bendungan Tugu, Jawa Timur; Bendungan Paselloreng, Sulawesi Selatan; Bendungan Karalloe, Sulawesi Selatan; Bendungan Gingseng, Jawa Timur; Bendungan Ladongi, Sulawesi Tenggara; dan Bendungan Pidekso, Jawa Tengah.

Kementerian PUPR terus mendukung program ketahanan air dan pangan nasional salah satunya dengan menambah jumlah tampungan dan suplai air di Indonesia.

Jokowi menyebut selama era kepemimpinannya, sudah ada 29 bendungan yang telah dibangun.

Dengan tambahan 9 (2022) bendungan baru, maka akan ada 38 bendungan yang selesai pembangunannya hingga akhir 2022.

Dalam bukunya bertajuk MEMBUKA TABIR POTENSI DIRI, saudara Khairuddin Lubis, terbitan Bamboo Spirit Nusantara 2022, sudah menetapkan dan nenulis sangat jelas dan tegas perihal PETANI, IBU dan GURU adalah TONGGAK BUDAYA PERADABAN.

Penuis & Aplikator : Guntur Bisowarno