POTENSI Sosialisasi Program Akuisisi Pengetahuan Lokal Bersama BRIN

Hits: 158

Papuajaya.com -Purwosari Purworejo Pasuruan Jawa Timur, Rabu Pon, 22 Juni 2022. Kita bisa mengikuti dan menghadiri ACARA SOSIALISASI PROGRAM AKUISISI ILMU PENGETAHUAN BERSAMA BRIN, yang sudah memilih hostnya untuk kantor perwakilan program ini bagi PTN PTS Se Jawa Timur dan masyarakat di seluruh Wilayah Propinsi Jawa Timur tersebut, yaitu KAMPUS UNISMA malang Jawa Timur, oleh karena berkat adanya undangan dan ajakan dari dasar tujuan niat baik Dr. Zuhkhryan Zakaria., M.Pd. (Kapus Pengabdian Masyarakat) UNISMA Malang Jawa Timur Indonesia, kepada Kita.

Adapun undangan resminya bertulis begini:

Terimakasih

Pada tanggal 20 Jun 2022 15.29, “LPPM UNISMA” <lppm@unisma.ac.id> menulis:

Yth. Bapak/Ibu Peserta Sosialisasi Program Akuisisi Pengetahuan Lokal

Assalamu’alaikum War. Wab

Salam silaturahmi kami sampaikan teriring do’a semoga Bapak/Ibu senantiasa dalam petunjuk dan lindungan Allah SWT. Amin.

Bersama ini kami kirimkan “Undangan Peserta Sosialisasi Program Akuisisi Pengetahuan Lokal”.  21 Juni 2022. Di Gedung KH. Abdurahman Wahid Lantai 7. Kampus UNISMA Malang Jln MT Haryono.

Demikian atas perhatian Bapak/Ibu kami sampaikan  terima kasih.

Wassalamu’alaikum War. Wab.

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM)

Universitas Islam Malang

Jl. Mayjend T Haryono 193 Malang

Kode Pos 65144

Telp. 0341551932: Faks. 0341552249

Dalam prakteknya dari rencana di awal di selenggarakan di Gedung KH Abdurahman Wahid lantai 7, oleh karena sebab di Jalur Liftnya ada masalah, maka acaranya di pindah kan ke GEDUNG BUNDAR AL ASY’ARI, yang pernah diresmikan oleh Presiden RI JOKO WIDODO, 29 Maret 2018/12 RAJAB 1439 H, dimana justru di fasilitas Gedungnya lebih besar serta kapasitas ruangan yang tersedia terselenggarakanNya jadi lebih agung, besar dan mulia terberkatiNya.

Adapun Pernyataan Resmi dari BRIN perihal

*Program Akuisisi Pengetahuan Lokal Penerbit BRIN sebagai Penyedia Sumber Literasi Akses Terbuka*, adalah :

Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki 17.000 pulau dan kaya akan keanekaragaman hayati. Selain itu, Indonesia juga merupakan rumah bagi 300 kelompok etnolinguistik dengan 742 bahasa dan 740 suku bangsa. Kekayaan dan warisan budaya yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia tersebut mempunyai nilai yang sangat berharga. Akan tetapi, berbagai potensi kekayaan tersebut belum dimanfaatkan secara optimal. Hal ini terlihat dari kurangnya ketersediaan informasi terkait kekayaan berbagai pengetahuan yang bersumber dari kearifan lokal Indonesia.

(Catatan Kita : Itulah Potensi Indonesia red.)

(Catatan Kita: Perhatikan Terminologi Kata Kebijakan yang Berkelanjutan di bawah ini red.)

Oleh karena itu, penting adanya pengakuan dan penghormatan terhadap peran pengetahuan dan kearifan lokal dalam pengembangan sektor pengetahuan di Indonesia, khususnya sebagai salah satu dasar dalam pembuatan *kebijakan yang berkelanjutan*, baik di tingkat daerah maupun pusat (Nugroho, Carden, & Antlov, 2016).

Pengetahuan dan kearifan lokal harus menjadi salah satu modal berharga yang berkontribusi pada pembangunan nasional. Segala bentuk pengetahuan, baik yang dihasilkan dari kalangan akademis maupun profesional, pengetahuan lokal termasuk yang harus dikelola (dikomunikasikan) agar dapat digunakan dalam pembuatan kebijakan [ *yang berkelanjutan*] (Nugroho, Carden, & Antlov, 2016).

Sehubungan dengan itu, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sebagai center of excellence, memiliki peran yang sangat strategis untuk mewujudkan SDM unggul dan cerdas melalui penyediaan informasi yang kredibel dan inovatif, bukan saja terkait iptek hasil-hasil penelitian, melainkan juga berbagai informasi yang bermuatan pengetahuan dan kearifan lokal.

Program Akuisisi Pengetahuan Lokal ini menjadi salah satu bentuk kontribusi dan jawaban atas berbagai tuntutan terhadap peran lembaga riset dalam penyelesaian masalah-masalah aktual yang dihadapi bangsa, khususnya melalui penyediaan produk-produk informasi yang kredibel dan inovatif guna menjaga dan melestarikan pengetahuan dan kearifan lokal Indonesia.

Program Akuisisi Pengetahuan Lokal memiliki tujuan menyediakan fasilitas publik berupa sumber literasi Pengetahuan Lokal dalam bentuk buku atau audio visual yang kredibel, mudah, dan merata yang dapat diakses dan dimanfaatkan secara gratis oleh masyarakat.

Program ini diharapkan dapat memotivasi masyarakat untuk mendokumentasikan dan mengonversi berbagai Pengetahuan Lokal sehingga dapat meningkatkan visibilitas, aksesibilitas, dan produktivitas publikasi nasional.

Lebih lanjut, program ini juga menerapkan sistem penghargaan dengan skema pemberian insentif atas upaya dan komitmen masyarakat dalam melestarikan Pengetahuan Lokal melalui publikasi yang berkualitas.

Dalam menjalankan tujuan tersebut, Penerbit BRIN menggunakan sistem akses terbuka (open access) yang menawarkan literatur digital dan online, mudah dicari dan diakses, gratis, serta dapat diunduh secara global. Hal tersebut sejalan dengan prinsip dasar dari sistem open access yang memberikan hak komunikasi kepada publik dengan membuat sumber ilmu pengetahuan tersedia untuk publik.

Sistem open access ini dipilih karena terbukti bisa meningkatkan jumlah unduhan, indeksasi, dan juga visitasi.

Selain itu, penerbitan open access memungkinkan publik membaca dan memberikan masukan untuk pengembangan penelitian lebih lanjut [serta bermanfaat dan berdampak berkelanjutan]

(Catatan Kita : Terminologi Program Berkelanjutan, Pariwisata Berkelanjutan, Penelitian Berkelanjutan, Informasi Berkelanjutan, Visibilitas Berkelanjutan, Aksesinilitas Berkelanjutan, dan beragam Program yang menggunakan “Terminologi Berkelanjuran” yang lainnya. Red.)

Maka seyognyanya Kita merujuk pula PROGRAM PBB yang JUGA menggunakan terminologi berkelanjutan, sebagaimana penjelasan di yang berhasil Kita peroleh di bawah ini bunyinya :

Adapun PROGRAM SDGS berbunyi seperti ini :

Mengutip sdg2030indonesia.org,Sustainable Development Goals atau SDGs adalah suatu rencana aksi global yang disepakati oleh para pemimpin dunia, termasuk Indonesia, guna mengakhiri kemiskinan, mengurangi kesenjangan, dan melindungi lingkungan.

25 September 2015 bertempat di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), para pemimpin dunia secara resmi mengesahkan Agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals) sebagai kesepakatan pembangunan global.

Para pemangku kepentingan (stakeholder) utama yang berpartisipasi aktif dalampelaksanaan dan pencapaian TPB/SDGs di Indonesia terdiri dari empat platform, yakni: Pemerintah dan Parlemen, Akademisi dan Pakar, Organisasi Kemasyarakatan dan Media, Filantropi dan Pelaku Usaha.

Filantropi adalah tindakan seseorang yang mencintai sesama manusia serta nilai kemanusiaan, sehingga menyumbangkan waktu, uang, dan tenaganya untuk menolong orang lain. Istilah ini umumnya diberikan pada orang-orang yang memberikan banyak dana untuk amal.

Demikian Potensi dan Peluang Partisipasi Masyarakat serta Kalangan Akademik dan Pakar, terutama bagi Para Pemangku Kepentingan (Stakeholder) Utama alias SOKO GURU UTAMA yang berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan dan pencapaian PROGRAM AKUISISI PENGETAHUAN LOKAL bersama BRIN, serentak PROGRAM TPB/SDGs di Indonesia, merupakan berkah, hidayah dan karunia ilmuNya beserta segenap amalannya berupa satuan demi satuan kebaikan, satuan kebijaksanaan dalam kehendak kasih sayangNya, Tuhan Yang Maha Esa, yang ada di mana mana, meliputi segala yang ada, dan ada di dalam setiap yang ada.

Acara MOU hari ini, Selasa Pon, 21 Juni 2022, yang berlangsung dengan penuh hikmat dan rasa syukur yang mendalam di Gedung Bundar Kampus UNISMA Malang tersebut, yaitu antara Lembaga BRIN Pusat dan Lembaga UNISMA Malang Jawa Timur, dimana UNISMA sudah memilih Branding sebagai KAMPUS UNGGUL dengan Tajuk Utama : UNISMA dari NU untuk Indonesia dan Peradaban Dunia tersebut, sesungguhnya sangat bertepatan dengan acara 9 Tahun yang lalu, pada #Hari Deklarasi Martabat Tanggung Jawab Unjversal atau #HARI DUR : The Day of Dignity Universal Responsibilty di Candi Borobudur 21 Juni 2012 ~ 21 Juni 2022, (Dengan Catatan : Sesungguhya Nama Aslinya dari Candi Borobudur adalah Candi Kamulyan Bhumi Sambhara, sesuai nama yang tertulis dalam Aksara Jawa Kuno di Prasasti Tri Tepusan 842 Masehi [Ki Hendrik, Reksa Aksara], 2022)

Penulis & Aplikator : Guntur Bisowarno