PESONA KEILMUAN SENDRATARI BERLAKON HERITAGE “SRI KRESNA” DI PELATARAN CANDI PENATARAN

Hits: 3145

Papuajaya.com ~ Jateng ~ Sumber Induk adalah WISNU KRESNA BUKAN SEBATAS SIMBOL namun Sumber Ilmu Keilmuan yang tersimpan di tulang dan batu serta semesta memori kecerdasan multidimensi kuno nenek kakek moyang Nusantara Indonesia.

Jadi kita tidak belajar sebatas simbol simbol Wisnu Kresna tapi juga memasuki keberadaan dan kedalaman serta keluasan dari beragam ilmu pengetahuan dan pengetahuan ilmu dari sang WISNU KRESNA KRESNAYANA adanya.

“Wisnu Kreshna Itu Turun 5 Kali di Tanah Jawa dalam Babad Tanah Jawa Nusantara Indonesia kita ini, sebagai catatan sejarah dan kisah yang sangat penting untuk menggenapi adanya Kebangkitan Spirit Wisnu Kresna dalam Serangkaian Acara Rutin tahun lalu dan tahun 2019 dipastikan keberlangsungan yang ajeg nyata serta kreatif, inovatif dan transformatif dari Festival Kresnayana di Candi Penataran Blitar, “Pak Slamet Budayawan dan Spiritual dari Kota Lawang memberi catatan perihal ke 5 kali Wisnu Kresna menitis ke Tlatah Tanah Jawa Nusantara Indonesia kita ini.

Pertama
Sebagai Arjunososrobahu.

Kedua Sebagai Wisnu Kresna Ramayana.

Ketiga Sebagai Wisnu Kresna Arjuno Pandawa Bagawad Gita Baratayuda.

Keempat Wisnu Kresna di Jaman Cucu Arjuno Anak Abimanyu, sebagai Penasehat Parikesit Dadi Ratu.

Kelima Jaman Airlangga sebagai Penasehatnya Joko Dolog yang pepundennya ada di Kota Surabaya.

Itulah Misteri Daya Hidup IlmuNya Wisnu Kresna yang lengkap mengenai jati diri, kepemimpinan, ksatriyaan, kearifan kebijaksanaan hidup berkehidupan, ilmu anasir daya kekuatan alam, serta ilmu memahami kenyataan roda hidup berkehidupan yang layak kita renungkan, pelajari dan tumbuh kembangkan.

Selamat dan sukses atas “Launching Sendratari Sri Kresna”. Sedari kini hadir suatu menu budaya milenial kuno modern klasik, yaitu Festival Tahunan “Krenayana” di Candi Penataran. Relief Krenayana yang merupakan salah satu relief utama di teras II candi Induk Penataran — selain relief cerita “Ramayana” di teras I — menjadi sumber kreasi inovasi transformasi seni budaya, manusia sastra budaya canggih untuk antara lain dihadirkan ke dalam sendratari (serupa wayang wong). Selanjutnya kelak dipentaskan secara periodik pada pelataran Candi Penataran. Selain itu, dua hari menjelang pementasan, secara simultan diselenggarakan acara “Workshop Kresnayana” tentang olah kreasi seni dan siratan keteladanan Kresna bagi para seniman muda di Jawa Timur.

Jumat malam, tanggal 15 Nopember 3018, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur dan Kabupaten Blitar menghelat suatu pertunjukkan Akbar yang artistik dengan lakon “Sri Krena”. Pada pementasan ini, seniman setempat dari Kota dan Kabupaten Blitar tampil sebagai artis tari maupun musisi, yang diasuh dan diperkuat para seniman dari Solo. Dengan tata panggung, tara cahaya dan tata suara serta penggarapan tari yang amat serius, walhasil menghadirkan sendratari yang sungguh memukau pemirsa dar awal hingga akhir.

Malam itu, kompleks candi Penataran tampil beda, penuh bermandikan cahaya nan artistik.

Semoga menjadi awal yang baik untuk melahirkan buah-buah kreasi inovasi dan transformasi peradaban dan kebudayaan selanjutnya sehingga di Jawa Timur musti memiliki sendratari kolosal yang “setara”, bahkan bila mungkin lebih dari sendratari “Ramayana” di Candi Prambanan. Nuwun.

Blitar, 14-15 Nopember 2019
Patenbayan CITRALEKHA

Dwi Cahyono dan Guntur Bisowarno