Paud Handayani Bakribo Buka Kelas Untuk Anak – Anak di Tiga Kampung

Hits: 1202

Papuajaya.com – Biak – Paud Handayani Bakribo yang diresmikan SKB Biak Numfor tepat pada Hari Anak Nasional 23 Juli 2020 lalu, telah melakukan aktivitas belajar mengajarnya, bertempat di Kampung Bakribo Distrik Biak Timur. Hal ini disampaikan Kepala SKB Margaretha Singgamui saat ditemui media di Kampung Bakribo, Selasa (4/8/2020)

Tutor dari SKB Biak saat memberikan materi pelajaran kepada anak didik Paud Handayani Bakribo
Tutor dari SKB Biak saat memberikan materi pelajaran kepada anak didik Paud Handayani Bakribo

“Paud Handayani kelas Bakribo sudah mulai belajar tanggal 3 Agustus 2020 kemarin, kita kerjasama dengan Puskesmas Marauw, dimana petugas puskesmas ini datang untuk mengukur tinggi, berat dan juga lingkar kepala dari anak sekaligus memberikan vitamin A. Kemudian kami juga sudah lakukan pembagian kelas dan penjelasan sedikit untuk orang tua murid terkait keterbatasan ruangan sehingga pembelajaran dibagi dalam dua sesi,” kata Kepala SKB Biak, Margaretha Singgamui, S.Pd

Margaretha juga mengungkapkan bahwa kelas Bakribo ini dibuka setiap hari Senin sampai Jumat yang terbagi dalam dua sesi dan lebih ditekankan untuk kelas persiapan. Peserta didik Paud Handayani Bakribo ini berasal dari tiga Kampung yakni Kampung Bakribo, Yensama, dan Opiaref.

“Untuk jumlah siswa masing-masing kelas terdiri dari Kelas Persiapan sebanyak 15 anak, Kelas Mandiri sebanyak 13 anak, dan Kelas Ceria usia 2 – 3 Tahun sebanyak 11 anak yang terbagi dalam dua sesi yakni kelas pertama jam 09.00 – 11.00 Wit dan kelas kedua jam 11.00 – 13.00 Wit. Untuk tenaga pengajarnya kami datangkan dari SKB sambil melatih tenaga pengajar yang ada disini, ketika mereka sudah siap untuk bisa mengajar sendiri, kita akan lepas mereka untuk mengajar sendiri di Paud Handayani Bakribo,” ungkap Margaretha

Ia juga menjelaskan, sebelumnya Kampung Bakribo juga memiliki layanan PAUD namun tidak berjalan baik sehingga SKB Biak mengambil langkah untuk membuka PAUD Handayani Kelas Bakribo agar anak – anak juga mendapatkan pendidikan yang layak untuk masa depannya terutama di usia emas anak – anak ini.

“Saya sendiri merasa berdosa jika anak-anak di depan saya tidak terlayani pendidikannya, karena seperti kita ketahui bersama bahwa ini adalah usia emas bagi seorang manusia 0 – 6 tahun, jadi kalau tidak terlayani anak-anak ini masa depan apa yang kita harapkan dari mereka. Untuk itu saya berinisiatif untuk buka kelas di sini dan dibantu oleh teman-teman dari SKB dan juga tutor lokal di sini,” jelasnya

Dikatakan juga bahwa, untuk mendapat satu pelayanan pendidikan yang bermutu bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga tanggung jawab Orangtua, Gereja, Kampung dimana anak – anak itu berada, semua pihak harus punya peran aktif dalam menciptakan satu lembaga pendidikan yang bermutu.

“Saya mengajak semua pihak mari kita sama-sama bergandeng tangan dan berperan aktif untuk menyediakan satu layanan pendidikan karena di punggung anak – anak inilah letak masa depan Kampung, Gereja juga Bangsa ini, jadi mari bersama-sama kita gandeng tangan untuk melayani mereka sehingga harapan kita bersama bahwa mereka kelak bisa menjadi anak-anak yang luar biasa dimasa yang akan datang,” pungkasnya (fs)