NSIDEN NDUGA,PAPUA

Hits: 3207

PapuaJaya.com-Manokwari = 15 Desember 2018.  Peristiwa penembakan yang terjadi di Nduga, Papua, ditanggapi secara serius oleh Ketua Dewan Adat Wilaya III Domberay Mananwir Paul Finsen. Mayor., S.PI.

Mananwir dalam tanggapannya Situasi dan kondisi Masyarakat Adat Ndugama di kabupaten Nduga, sangat memprihatinkan sebab menurut informasi bahwa masyarakat mengalami ketakutan dan lari ke hutan, ada yang meninggal dan ada yang ditembak.

Mananwir memberikan pertanyaannya, dimana suara kenabian Pimpinan Gereja di Tanah Papua? Bukankah para pemimpin gereja harus bersuara untuk kedamaian? apalagi ini bulan suci kudus,ini bulan damai, semua umat Kristen merayakan Natal. Kenapa harus ada tangisan dan air mata dibalik gunung dan lembah hutan lebat ?

Pemimpin Dedominasi Gereja baik GKI di Tanah Papua, GIDI, KINGMI, PGBP dan beberapa dedominasi lainnya harus bersuara untuk menghentikan kekerasan di Tanah Papua. Jangan duduk diam, sembari merasa biasa-biasa saja sedangkan umat Tuhan Merayakan Natal dalam Duka.

Para Pimpinan Gereja wajib Menjadi mediator dan fasilitator dalam menyelesaikan masalah Nduga karena itu adalah Tugas Pokok dan Fungsi dari Pemimpin Gereja itu sendiri dan itulah substansi dari Pelayanan teehadap umat Tuhan yang tertindas.

masyarakat adat papua menginginkan kedamaian di bulan Suci Natal ini dan menyerukan kepada semua pihak untuk menahan diri dan berpikir untuk menjaga kedamaian diatas Tanah ini.

kami ingatkan semua pihak diluar Papua untuk jangan mengeluarkan kalimat provokatif di media sosial, cetak maupun elektronil dan sok tau alias paling tahu persoalan di Tanah Papua.

ingat bahwa Operasi militer tidak menyelesaikan masalah malah menambah masalah, ujaran Manarwir
Tulis Izak Yable

Meikel