Merevitalisasi Skenario Perjalanan Wisata Kebugaran Kemah Budaya Pantura

Hits: 2280

Papuajaya.com – Lamongan – Sesudah mengalami kendala sikap psikologis halangan meruang badan-jiwa-ruh kita di lapangan, yang ke 1. Siapkan Mental Perjalanan Anda. karena Sutradara Wayang Kontemporer, “Wayang Blang Bleng”, Ki Ompong Sudarsono yang asalnya dari Tumenggung, tidak tahu peta jalan dan situasi lapangan Wilayah Kawasan Bioregion Seluas Kabupaten Lamongan, dan Beliau tidak memberikan wawasan awal bahwa di atas jam 05.00 WIB, Kota Lamongan tak ada lagi fasilitas transportasi umum, sedianya adalah layanan ojek lokal.24/12/2019

2. Pilih Jalur Transportasi yang Anda Kehendaki.

Kita karena salah memilih jalur bus yang semestinya dari arah Surabaya ke Semarang, pasti bisa turun di Wilayah Kemantren Paciran Lamongan, berhubung kita berangkat Naek Bus, Surabaya Bojonegoro, kita malah di turunkan di wilayah Dapur BNI Kaliutik Tak Jauh dari Terminal Lamongan.

3. Itulah Pentingnya Pemandu Yang Terpercaya [Baca : Terekomendasi].

Sesudah survey kecil kecilan kita mendapat info harga ojeknya, kalok siang dari Dapur Kaliutik Lamongan ke GOR Desa Kemantren Paciran Lamongan bertarif 100 rupiah, saat malam hari, silahkan tambahkan bonusnya sendiri., menurut kesadaran dan kerelaan kita, beruntung ada Sekuriti BNI Dapur Mas Adi yang sudah bekerja di sana hampir 5 tahun lamanya, berketepatan dalam situasi kondisi Malam di Kota Lamongan tersebut, ternyata ayahnya sudah 20 tahun lebih bekerja sebagai tukang ojek, kali ini kita menggendari GL Max 2005, Nopol S 3270 JR 03.23., sepeda laki laki gagah dan di driverin dengan Pak Tejo yang sudah berumur 60 tahun ke atas, bergerak dengan kecepatan yang super cepat dan tangguh, menempuh berjalan padat truk truk dan bus bus, hingga tikungan ke kanan menuju pantai PANTURA, menempuh daerah jalan sepi gelap, berangin malam, berbau tanah, tanaman, kotoran hewan dan bangkai hewan tikus, udara malam, untung tidak turun hujan, langit berbintang, suasana mencekam menempuh perjalanan malam yang sepi dan memasuki jalan jalan desa dan dusun, hingga keluar ke keramaian kawasan pantura, saat permintaan malam malam biasanya Pak Tejo [60 thn] tak berani mengantar orang asing ke kawasan sejauh dan melalui jalan jalan sesepi tersebut, hari itu karena yang mengorderi adalah Putranya sendiri yang jadi sekuriti [5thn], dan beliau memilih ngebut menyibak ruang jalan angin dan keheningan malam, 19.30 sampai 20.30 WIB, sejam 60 menit lamanya perjalanan cukup jauh malam itu, dan sebagai prestasi serta keselamatan jiwa nyawa kita dan kecepatan ketepatan gerak milenial [60 Menit; Gerak Lincah Quantum Ingsun Utuh Aku, Badan Jiwa Ruh, SeJAMAN tersebut], malam itu Pak Tejo mendapat bonus penghargaan sebesar 150 ribu, dengan pengabadian foto bersama serta tampilan gagahnya.

Wonderfull Indonesia

Semangat Kemah Budaya Pantura.

Penulis Guntur Bisowarno