Hits: 13953

PAPUA JAYA – Operasi penyelamatan warga akan terus dilakukan tim gabungan TNI-Polri di Tembagapura, Mimika, Papua, hingga steril. Menko Polhukam Wiranto pun mengganti nama Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang menyandera warga menjadi Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB).

“Kemarin banyak istilah. Tetapi, sekarang sudah kita satukan istilah menjadi KKSB. Karena mereka memang kriminal. Mereka mengancam rakyat, memalak rakyat, menyandera rakyat kan krinimal itu. Pakai senjata, bahkan senjata api. Tetapi dibenaknya dan juga merupakan instrumen satu kegiatan separatisme. Maka dalam konteks ini TNI juga bisa bertindak,” ucap Wiranto di kantornya, Jakarta, Senin (20/11/2017).

Dia menegaskan, KKSB yang ada di Papua akan segera dihabiskan semuanya. Tidak ada kegiatan separatisme diperbolehkan di Indonesia.

“Namanya saja KKSB, kelompok yang meresahkan masyarakat, yang menganggu keamanan dan ketertiban masyarakat, ya dihabiskan, kita selesaikan. Kalau kemudian di antara mereka juga ada satu misi-misi yang merupkan satu gerakan separatisme juga tidak dibiarkan hidup di Indonesia. Negara Indonesia negara Merdeka yang mutlak, sudah mempunyai satu penguasaan wilayah di seluruh Indonesia,” tutur Wiranto.

Jadi, sambung dia, semua kegiatan yang mengarah kepada separatisme harus dihentikan dari awal. “Itu sudah pasti. NKRI sudah final ya. Tidak ada satu kelompok pun yang kemudian ingin melepaskan diri dari NKRI yang sudah final itu,” lanjut mantan Panglima TNI itu.

Menurut dia, tugas pemerintah adalah melindungi segenap warga Indonesia dengan NKRI-nya. Karena itu, jika ada yang mengganggu keutuhannya, harus dihadapi.

“Kita melindungi segenap warga dan tumpah darah Indonesia itu apa? Ya NKRI ini. Bila ada yang mengganggu keuntuhan, ya kita harus hadapi itu dengan keras dan tegas. Tidak ada kompromi dengan masalah itu,” tegas Wiranto.

Sumber: liputan6

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *