Menjadilah JAMU HERBA TOGA “MOVING FORWARD TO SERVE THE WORLD.”

Hits: 3768

Papuajaya.com – Banten – Resmi di buka oleh Wapres RI JK didampingi Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukito dan Jajaran Menteri Kabinet Kerja di ICE BSD Tanggerang Banten, 16/10/2019.

“Tahun ini kami menargetkan untuk menyambut lebih dari 35.000 eksportir, importir dan investor, mudah mudahan bisa mencapai nilai transaksi dan investasi yang meningkat 15 persen dari tahun sebelumnya, kata Mendag di Tangerang Kemarin.

TEI Trade Expo Indonesia di Gelaran 34 kali ini mengangkat tema ” Moving Forward to Serve The World yang di gelar pada 16 sd 20 Oktober 2019, dimana diharapkan membukukan transaksi dengan investasi 15 persen lebih tinggi dari capaian sebelumnya yakni 8,4 milyar dollar USA.

Selain Pameran Dagang. TEi 2019 juga menggelar berbagai kegiatan pendukung seperti TRADE, TOURSM dan INVESTMENT [TTI] Forum, Pertemuan Bisnis, Klinik Bisnis, Diskusi Regional Misi Dagang Mancanegara dan Lokal, Kompetisi Usaha Perintis Berorentasi Ekspor dan Gelar Wicara Temu Tanya Jawab.

Sejak para Presiden Republik Indonesia di TEI sebelumnya, saat inipun Presiden Joko Widodo sudah mendatangi salah satu booth di Acara Trade Expo Indonesia di ICE BSD Tanggerang City Banten, 16/10/2019, yang menampilkan produk dan jasa Indonesia yang sudah mencapai orientasi Pasar 162 Negara lebih di TEI Tahun 2018 Sebelumnya, Nah sekarang di Pasar Ekspor Bumi Serpong Damai [BSD] Tangerang City, diharapkan melampaui angka pengunjung manca negara melebihi tahun 2019.

Direktorat Jendral Kemendag Arlinda mengatakan TEI merupakan salah satu upaya strategi pemerintah untuk meningkatkan ekspor secara berkesinambungan dan merupakan diverifiksasi pasar yang unik dan terbuka.” salah satu yang menggeliat adalah Produk Inovasi Invention Jamu Herba Toga Berbasis Teknologi Tepat Guna yang sudah terpatenkan.

Ada 2 Pioner untuk memasuki Pasar Internasional dari Sektor Pioner Pengembangan Jamu Herba Toga siap melayani dunia dari negeri dan wilayah Indonesia ini, pertama, Suprijanto Kelompok Tani Biofarmaka Tangerang Kota, yang sudah melakukan Ujuk Kerja dan Mutu Terjamin Terjaga dari Jamu Herba Toga Murni di beragam Pameran di banyak kota di Indonesia, dan yang berhasil mencapai MOU Kesepakatan Kerja dan Riset Saintifikasi Jamu Herba Toga Murni dengan Kelompok Tani Kontak Tani Nelayan Andalan KTNA Lebak, Pak Syarif Ibrahim, disetujui sepenuhnya Ketua KTNA Lebak Banten, Mulyana, untuk Aplikasi Teknologi Tepat Guna Suprijanto untuk Produk Jamu Herba Toga Murni, yang SOP Standar Operasional Prosedure beserta Validasi Pertanian Tanaman Obatnya, sudah terkonfirmasi dengan SOP 7 Lembaga Negara RI serta SOP WHO, produk unggulan berupa ekspor Jamu Herba Toga Murni, sambiloto, kunir putih, kulit manggis, pegagan, kelor hingga 30 lebih yang sudah teruji 17 tahun aplikasi manfaat khasiat serta risetnya.

Kedua Sri SBB adalah Beragam Bentuk Sediaan dari Riset 7 Tahun, 60 Jenis Blimbing Wuluh, sudah dan siap melayani dunia.

Bu Sri, owner SBB Sirup Buah Blimbing Wuluh di boothnya, kembali membuktikan kebenaran upaya strategis pemerintah itu, dengan “MOVING FORWARD TO SERVE THE WORLD ” dengan mulai berdatangan para pejabat negara, termasuk Walikota Palembang dan Pengunjung dari luar negeri, salah satunya dari Afganistan, Mr. Nasar, yang studynya juga terkait dengan Universitas Pajajaran dan Institut Teknologi Bandung, kita bisa melihat bagaimana 60 jenis Buah Blimbing Wuluh, SRI SBB ini, mampu mendiverifikasi pasar internasional, baik dari kemasan, isi manfaat SBB, hingga daya tarik nilai ke intelektualan, bobot teknologi tepat guna dan rahasia kebermanfaatan khasiat dari Sari Buah BLIMBING WULUH, yang mempunyai khasiat dan manfaat untuk mengurai gejalah keluahan asma, meningkatkan stamina, mengatasi kolesterol, mengecilkan perut, dan beberapa fungsi laen yang justru menarik akademisi dalam dan luar negeri untuk mempelahari lebih jauh dan mendalam, potensi ekonomi kreativ inovatif dari SRI SBB, 60 Jenis Blimbing Wuluh di seluruh Indonesia, adalah bukti “moving forward to serve the world from Indonesia uNation and Country is again and again.”

Penulis Guntur Bisowarno