MANTAN SEKJEN BEM UNIPA MENANGGAPI PENOLAKAN TERHADAP KETUA MRP PAPUA BARAT SELAKU TIMSEL DPR OTSUS.

Hits: 503

Papuajaya.com~Manokwari, 6/11/2019. Wawancara dilakukan kepada mantan Sekjen UNIPA dan Juga Salah Satu Putra Arfak. Yosua Sayori, S.Sos.

Berdasarkan hasil wawancara dengan mantan Sekjen Unipa dan juga salah satu pemuda Arfak. Yosua Sayori menjelaskan bahwa penolakan yang di sampaikan lewat media massa oleh Ketua Ombusman dan kelompok masyarakat di Papua Barat. Terhadap ketua MRP Papua Barat, kesannya tidak wajar. Karena ketua MRP di pilih sebagai panitia tim penjaringan DPR melalui jalur Otsus, adalah keputusan yang di keluarkan melalui SK Gubernur Papua Barat dan anggota MRP serta pokja-pokja di MRP sehingga hal tersebut wajar saja.

Sayori menjelaskan bahwa dalam penjaringan Pansel DPR Otsus, telah melibatkan beberapa elemen yang ada di Papua Barat misalnya perwakilan dari Akademisi, Tokoh Agama, Media massa, Kajari dan elemen lainnya. Karena dalam memilih DPR Otsus tidak hanya berasal dari satu daerah akan tetapi akan di pilih dari berbagai Kabupaten dan wilayah adat yang ada di Papua Barat.

Lanjut Sayori menegaskan bahwa bilah kita melihat kembali pada amanah UU Otsus bab 1 pasal 1 bagian D ketentuan umum di situ menjelaskan bahwa, majelis rakyat Papua yang selanjutnya disebut MRP adalah alat representasi kultur orang asli Papua yang memiliki kewenangan tertentu dalam rangka perlindungan hak-hak orang asli Papua dengan berlandaskan pada penghormatan adat dan budaya. Sehingga keterlibatan Ketua MRP sudah tepat berdasarkan amanah UU Otonomi Khusus, mewakili kelompok tokoh adat. Karena Ketua MRP di libatkan sebagai pansel DPR Otsus bukan untuk mengangandeng kepentingan lain atau kepentingan suku tertentu. Sebab. nama-nama calon DPR Otsus bukan di ajukan oleh Ketua MRP atau pansel namun. Hal tersebut adalah wewenang dari masing-masing toko adat perwakilan yang ada di Kabupaten Manokwari Provinsi Papua Barat. Sehingga para stackeholder di harapkan saling mendukung agar proses pemilihan DPR Otsus dapat terlaksana dalam waktu dekat, mengingat Peran DPR Otsus sangat di butuhkan oleh masyarakat yang ada di Papua Barat tutup Sayori.

Penulis, Papuajaya.com