LPA TUBABA DAMPINGI ANAK KORBAN PENELANTARAN

Hits: 15342

TULANG BAWANG BARAT | PAPUAJAYA.com | April 22/2018 – Dalam paradigma Perlindungan Anak, sebagai individu Anak memiliki Hak-hak yang harus terpenuhi, diantaranya ; Hak untuk Hidup, Tumbuh dan Berkembang, Hak untuk dibesarkan dan diasuh orangtuanya sendiri. Anak juga memiliki Hak untuk mendapatkan nama, Hak mendapatkan identitas, Hak mendapatkan kewarganegaraan, Hak mendapatkan pendidikan dan pengajaran, Hak mendapatkan jaminan sosial,  Hak mendapatkan bantuan hukum dan bantuan lainnya apabila menjadi korban atau pelaku tindak pidana.

Ketua Lembaga Perlindungan Anak Kabupaten Tulang Bawang Barat (LPA Tubaba), Elia Sunarto mengaku terkejut tatkala dirinya mendapat pengaduan dari salah satu aktifis PATBM jaringannya tentang adanya anak laki-laki berinisial M (13 th) yang mendapat perlakuan salah dari ibu kandunganya.

Anak yang dirahasiakan identitasnya itu asalnya dibawa ibunya S (45 th) dari luar negeri ke Indonesia saat masih berumur 40 hari. Sebelumnya  S  bekerja di Arab Saudi sebagai TKW, karena pulang membawa bayi dari lelaki lain, sesampai di Indonesia S dicerai oleh suaminya. Usia 4 bulan bayi M dititipkan ke tetangga karena S berangkat kembali menjadi TKW. Setelah 4 tahun S pulang, anak yang ia titipkan itu ia ambil tetapi untuk dititipkan ke saudaranya.

Malang nasip M, ibu kandungnya sendiri tidak mau mengasuh dirinya. Bocah yang diduga memiliki darah keturunan Arab atau Banglades tersebut, kini sudah tercatat tidak kurang dari 7 kali pindah pengasuhan dengan keluarga berbeda. Berdasarkan keterangan Ketua LPA Tubaba tsb, Anak juga harus mendapatkan perlindungan apabila mendapatkan perlakuan diskriminatif, penelantaran, ketidakadilan, dan perlakuan salah.

“Awalnya saya terkejut kejadian ini ada di Tubaba, tetapi saya maklum mengapa hal ini bisa terjadi karena terus terang sosialisasi tentang Perlindungan Anak oleh Pemerintah Daerah terbilang kurang,” ungkap aktifis perempuan dan anak itu.

Kepada media, Elia sunarto katakana LPA Tubaba bersama jejaringnya aktifis PATBM sedang membangun koordinasi dengan aparatur tiyuh, tokoh masyarakat dan pihak-pihak lain yang peduli terhadap anak.

“Kita akan bantu anak tersebut mendapatkan haknya,” tutur Elia Sunarto singkat, saat ditemui usai pendampingan anak putus sekolah

Penulis : Elia LPA Editor :      Hendra Amco – Papuajaya.com