Keteladanan Kemajuan Arahan Gubernur Koster kepada Asosiasi Produksi Arak Bali*

Hits: 76

Papuajaya.com -Purwosari Purworejo Pasuruan Jawa Timur, Rabu Legi, 3 Agustus 2022. Pengembangan Produk berbasis Ilmu Pengetahuan Lokal dan sudah turun temurun, dalam hal ini adalah produk produksi minuman berfermentasi arak bali, salah satu terobosan yang luar biasa adalah sikap, pikiran, ucapan dan tindakan dari Gubernur Bali, Wayan Koster, Perihal Dukungan Penuhnya baik secara legal maupun arahan dari perangkat pemerintahan yang ada di desa desa dalam hal ini para lurah, dan segenap perangkat pemerintahannya, untuk Produk Ber Ilmu Pengetahuan Lokal yaitu Produk Produksi Arak Bali, sebagaimana kebiasaan beliau untuk minum Arak Bali untuk menjaga kesehatannya secara rutin.

Dukungan Farming Fermentasi di Desa Dusun sangat penting.

Sehubungan dengan hal ini seyogyanya ada dukungan sistemik di seluruh stakeholder, untuk program pembibitan tanaman kayu untuk bahan bakar proses produksi ARAK BALI, penyiapan lahan lahan penanaman serta adanya ketersediaan tanaman baik bibit, SOP pemeliharaan, perawatan agar mutu serta pengadaan bahan bahan berkualitas hingga full organik bagi bahan utama Arak Bali tersebut bisa terselenggarakan secara berkelanjutan.

Bermula dari adanya Pandemik Covid 19 (12/07/2021)

*Sinergitas Kopi dan Arak Bali*

Untuk Kesehatan, Gubernur Bali Wayan Koster Ajak Lurah-Kades Minum Kopi Campur Arak.

Untuk diketahui, arak adalah minuman alkohol tradisional di Pulau Dewata. Minuman ini dibuat dari nira dan diproses secara tradisional oleh petani arak di Pulau Dewata.

*Dukungan Legalitas Produk Produksi Arak Bali*

Koster pun berkeinginan agar arak Bali bisa dijual secara legal, terlebih Bali sebagai daerah pariwisata yang memang membutuhkan minuman arak Bali bagi wisatawan. Bahkan Koster telah meregulasi keberadaan minuman tersebut dengan Peraturan Gubernur (Pergub) Bali Nomor 1 Tahun 2020 tentang Tata Kelola Minuman Fermentasi dan/atau Destilasi Khas Bali.

Dalam kesempatan itu, Koster juga memohon agar para lurah, perbekel, dan bendesa adat selalu menjaga kesehatan. Ia meminta mereka tidak melakukan aktivitas yang menimbulkan risiko tinggi sehingga bisa melaksanakan tugas dengan baik.

“Saya mohon lurah, perbekel, bendesa adat jaga kesehatan. Jaga diri baik-baik. Jangan melakukan aktivitas yang menimbulkan risiko tinggi supaya betul-betul dapat melaksanakan tugas dengan baik. Supaya apa yang diprogramkan ini bisa dilaksanakan di tingkat desa, di tingkat lurah, di tingkat desa adat,” kata Koster.

*Progress Kemajuan Di Tahun 2022, Program Bali Bangkit 5 dan Bali New Era*

Supaya Produk Produksi Arak Bali semakin maju dan manfaat ekonominya dirasakan oleh masyarakat secara berkelanjutan, dalam waktu dekat ini Gubernur Bali, Wayan Koster akan mengumpulkan manajemen hotel dan restaurant se-Bali. Supaya menggunakan produk arak dan minuman tradisional lokal Bali minimum 50 persen.

“Jadi semuanya harus punya niat untuk meningkatkan kualitas produk Arak Bali termasuk kemasannya, agar Saya punya kekuatan untuk meng-endorse ini lagi. Saya akan buka aksesnya, hotel, restoran, supermarket, bandara dan lainnya. Untuk itu, Saya minta tertib semua. Di hulu, harus dijaga produksinya. Kalau ada arak gula pasir Kita terabas dan jangan dibiarkan arak gula pasir merusak kualitas produk Arak Bali yang sedang Kita branding,” ujar Gubernur Bali jebolan ITB ini pada, Selasa (Anggara Kliwon, Tambir), 2 Agustus 2022 di Ruang Rapat Gedung Gajah, Jayasabha, Denpasar saat memberikan arahan kepada Asosiasi dan seluruh stakeholder Arak Bali di dalam membuat kemasan produk Arak Bali yang lebih berkualitas.

*Dukungan Dari Pusat Perkara Minuman Asli Nusantara*

Minuman Fermentasi Lokal Kian Populer dan Digemari.

Salah satu minuman khas Nusantara adalah minuman fermentasi. Minuman fermentasi yang diciptakan oleh para leluhur bangsa Indonesia ini memiliki banyak keunikan. Bahkan, pembuatan masih sangat alami.

Saat ini, perkembangan minuman fermentasikian populer, salah satunya Arak Bali yang kerap dinikmati ketika ada acara budaya dan adat istiadat. Kini, Arak Bali sudah bisa dinikmati sebagai bahan campuran cocktail di ratusan hotel yang ada di Bali.

Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia Sidarto Danusubroto mengatakan, produk minuman fermentasi Nsantara harus dipromosikan agar mampu memiliki nilai jual dan mendukung promosi pariwisata Indonesia, kalau bisa produknya diekspor.

“Kita memiliki banyak ragam minuman fermentasi yang seharusnya bisa mendunia. Karena setiap daerah memiliki ciri khasnya masing-masing minuman fermentasinya. NTT, Maluku, Bali, dan lainnya memiliki berbeda satu sama lain. Sekarang perlu diunggulkan agar ada nilai jual,” kata Sidarto Danusubroto pada acara Pesona Minuman Fermentasi Nusantara, di Universitas Podomoro, Jakarta (25/6/2019).

Ada Kebutuhan Nutrisi Manusia dari Produk Fermentasi.

Proses fermentasi dapat menambah nilai nutrisi pada suatu makanan dan minuman. Sebab, makanan dan minuman yang difermentasi mengalami proses yang melibatkan mikroba baru yang akan memberikan manfaat bagi seseorang yang mengonsumsinya.

Fermentasi sendiri adalah proses alami yang melibatkan bakteri atau ragi untuk memecah gula menjadi asam atau alkohol. Jadi, wajar jika makanan fermentasi memiliki rasa yang lebih asam.

Fermentasi dapat menghasilkan rasa yang cukup khas, kuat, sedikit asam.

Ternyata, rutin mengonsumi makanan atau minuman berfermentasi sangat baik untuk kesehatan tubuh.

Makanya Pertanian Fermentasi Minuman Khas Nusantara, dalam hal ini adalah Arak Bali, merupakan dukungan hulu hilir, produksi padat karya serta menjaga kelestarian Pertanian Tanaman bahan baku Arak Bali, serta kebutuhan untuk regenerasi tanaman penghasil kayu kayuan yang terbaik serta berkelanjutan dari tata tanam pohon kayu lestari di kawasan pelaku produksi ARAK BALI.

Salah satu yang bisa berkiprah di sektor ini adalah PT. RODA GILA, yang sudah berhasil mengembangkan PRODUK PERTANIAN ORGANIK di lahan lahan produktif mereka.

Penulis : Kadek Dongker & Guntur Bisowarno