Kembalikan Uang Negara Rp.179 Juta, Kasus Dugaan Korupsi Pekerjaan Barang General Overhaull Main Engine KP Hiu Macan 04 Dihentikan

Hits: 200

Papuajaya.com – Biak – Satreskrim Polres Biak Numfor menghentikan penyelidikan dugaan korupsi pekerjaan pengadaan barang General Overhaull Main Engine KP. Hiu Macan 04 pada Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Biak Tahun Anggaran 2019. Hal ini disampaikan langsung oleh Kasat Reskrim Polres Biak Numfor Iptu Oscar F.Rahadian S.Ik, MH, saat menggelar Press Release bertempat di Mapolres Biak Numfor, Rabu (13/10/2020)

Surat penghentian Penyelidikan (SP2) tersebut diserahkan oleh Kasat Reskrim Polres Biak Iptu Oscar F. Rahadian, SIK.,MH kepada pihak PSDKP Biak dan Direktur PT. Putra Ampimoi Mandiri (YR) selaku pemenang tender tersebut.

“Penghentian penyelidikan dilakukan setelah direktur PT. Putra Ampimoi Mandiri (YR) mengembalikan Rp.1.040.603.905 dalam bentuk barang dan jasa dan dalam bentuk uang pengembalian ke kas negara sebesar Rp.179.798.580 sehingga potensi atau indikasi kerugian negara menjadi 0(nol),” ujar Iptu Oscar

Sebelumnya Kasat Reskrim menjelaskan bahwa kasus ini bermula dari adanya laporan dari pihak PSDKP Biak terkait tidak terlaksananya pekerjaan barang General Overhaul Main Engine Kp. Hiu Macan 04 yang bersumber dari APBN tahun anggaran 2019 melalui Dipa Kementerian Kelautan perikanan RI sebesar Rp.2.805.732.000 oleh YR selaku direktur PT. Putra Ampimoi Mandiri yang beralamat di Jayapura, Provinsi Papua.

“PT Putra Ampimoi Mandiri telah menerima uang muka untuk melaksanakan pekerjaan barang sebesar 50% dari nilai kontrak yaitu sebesar Rp.1.220.402.485 dengan jangka waktu pelaksanaan pekerjaan selama 120 hari yakni 12 Agustus 2019 – 16 Desember 2019, namun sampai dengan berakhirnya masa kontrak yaitu pada tanggal 16 desember 2019, progress pekerjaan 0% sehingga pihak PSDKP Biak melakukan pemutusan kontrak dan membuat laporan ke Polres Biak,” jelas Kasat Reskrim

“Dari laporan tersebut, kami melakukan penyelidikan pada bulan Februari – Maret 2020 dan dari hasil Audit BPK ditemukan adanya kerugian negara sebesar Rp.179.798.580, sedangkan PT. Putra Ampimoi telah menyelesaikan pekerjaan senilai Rp.1.040.603.905 dan diserahkan ke PPK pada tanggal 28 Agustus 2020 bertempat di Dermaga Pelabuhan Perikanan Pantai Sorong, Kota Sorong Provinsi Papua Barat sesuai berita acara serah terima pekerjaan dan YR telah menyerahkan tanda bukti pengembalian uang kepada kas negara sejak Mei hingga Juni 2000 sesuai Bukti Penerimaan Negara,” imbuhnya

Dengan adanya kejadian tersebut setelah mengembalikan kerugian negara dan telah dipulihkan senilai total barang sehingga potensi indikasi kerugian negara, tidak temukan dan melakukan gelar perkara sehingga penyelidikan kita hentikan lalu serah terima bukti tanda bayar dilakukan pada hari ini karena telah selesainya penyelidikan. pungkasnya (fs)