KASUS PENCEMARAN LINGKUNGAN

Hits: 5861

Papuajaya.com – Papua – 18.06.2020 – Dampak pencemaran tailings, waste rock ( sisa batuan ) akibat tambang papua
PENDAHULUAN
Pencemaran lingkungan kita tahu bahwa itu datang secara alami dan akibat perbuatan manusia yang memiliki berbagai jenis kebutuhan, baik kebutuhan pokok atau primer maupun kebutuhan sekunder.

Pencemaran Tanah Papua ( Adelia )
Pencemaran Tanah Papua ( Adelina )

Dalam memenuhi kebutuhanya tersebut, manusia memanfaatkan sumber daya alam yang tersedia. Semakin banyak jumlah manusia, smakin banyak pula sumber daya alam yang di gali, dan di jadikan berbagai produk yang siap di gunakan.

Dalam proses pengambilan, pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya alam, terdapat sisa yang tidak di gunakan. Sisa tersebut di buang kerena tidak di butuhkan pada saat itu. Sisa dari proses tersebut kemudian mencemari lingkungan perairan, udara , dan daratan sehingga lama kelamaan lingkungan menjadi rusak.

Kerusakan lingkungan akibat pencemaran terjadi dimana – mana yang berdampak pada menurunya kemampuan lingkungan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Bahkan, pencemaran dan kerusakan lingkungan menimbulkan berbagai dampak buruk bagi manusia seperti penyakit dan bencana alam.

Sisa atau bahan buangan hasil berbagai kegiatan manusia tersebut ada yang dibuang ke udara, ke permukaan tanah dan ke wilah – wilayah perairan. Kerena it, pencemaran dapat di bedakan menjadi pencemaran udara, pencemaran tanah, dan pencemaran air
Pencemaran udara
Udara tersusun dari berbagai unsur dengan susuna dekomposisi tertentu sehingga unsur – Sunsur diantanya adalah nitrogen, oksogen, argon, karbon dioksida dll yang memiliki kompososi yang berbeda namun normal. Jika ke dalam udara tersebut masuk atau di masukan zat asing yang berbeda dengan penyusun udara yang dalam keadaan normal tadi, maka di katakan bahwa udara tersebut telah tercemar.

Nitrogen ( 78,09 % ), oksogen ( 21,94 % ), argon ( 0,93 % ), karbon dioksida ( 0,032 % ) memiliki komposisi penyusun unsur – unsur yang normal sehingga jika di masukan bahan – bahan atau zat – zat asing ke udara yang menyebapkan perubaha susunan ( komposisi ) udara dari keadaan normalnya. Hal ini berangsung lama maka zat – zat asing tersebut dapat mengubah dekomposisi udara dari keadaan normalnya menjadi berbahaya dan mengganggu kehidupan manusia dan makluk hidup lainya.

Pencemaran tanah
Pencemaran tanah atau aratan terjadi karena masunknya bhan – bahan asng ke dalam tanah baik itu sampah organik ataupun anorganik, yang menyebapkan daratan tanah menjadi rusak. Akibanya daratan tanah tidak dapat memberikan daya dukung bagi kehidupan manusia seperti untuk pertanian, peternakan,kehutanan, pemukiman dan lain – lain.

Karena kemajuan teknologi yang semakin meningkat mengakibatkan banyak sekali bahan – bahan anorganik yang mencemari lingkungan akibat pembuangan limbah dari berbagai industri ke dalam daratan tanah sehingga sulit di urai. Kita tahu bahwa bahan anorganik memilki waktu bertahun – tahun agar terurai dengan tanah dan dapat menyatuh hal, ini berbanding balik dengan limbah organik yang mudah terurai dan dapat menyatuh dengan tanah dalam hitugan hari.

Pencemaran air
Manusia membutuhkan air untuk berbagai kepeluan seperti minum. Mencuci, memasakak, bercocok dan lain – lain. Semakin bertambah jumlah manusia semakin besar pula kebutuhan akan air. Pada sisi lain keberadaan air di lihat dari jumlah dan kualitasnya semakin lama semakin menurun., bahkan beerapa daerah perkotaan dan pedesaan terancam mengalami krisis air bersih
Semua limbah tersebut masuk ke sungai dan air tanah.

Akibatnya air mengalami perubahan dari keadaan normalanya atau mengalami pencemaran. Dan pencemaran air sendiri adalah pencemaran badan sungai, danau, laut dan air tanah yang di sebapkan oleh kegiatan manusia yang dapat membahayakan organisme dan tumbuhan yang hidup pada badan air. Bahan – bahan tambahan yang masuk ke dalam badan air dapat mengurangi kemampuan air untuk mrnyediakan oksigen bagi kebutuhan organisme yang hidup dan berkembang biak di air sehingga sedikit atau bahkan tidak ada organisme yang mampu hidup dan berapatasi di air yang tercemar.

Dari beberapa paparan pencemaran lingkungan di atas bisa kita pahami bahwa pencemaran lingkungan itu paling banyak di akibatkan kerena ulah manusia yang memenuhi kebutuhan hidup terus menerus. Salah satu contoh pencemaran lingkungan yang akan di bahas di sini adalah pencemaran tailings, waste rock ( sisa batuan ) dan logam berat akibat tambang di papua.

Pencemaran tailings, waste rock ( sisa batuan ) dan logam berat akibat tambang berdampak pada sungai, udara, tanah, dan tumbuh – tumbuhan. Selain itu akibat tambang pemukiman warga di pindahkan. Limbah yang di hasilkan dari tambang atau pambrik berupa limbah padat dan cair, yang limbah padat sisah batuan sedangkan limbah cair berupa mineral atau air bekas rendaman logam, emas dan tembaga yang di buang ke badan sungai.

Selain limbah industri biasa pertambangan dan pabrik- pabrik juga memperoduksi bahan pencemar yang terbilang khusus yang di sebut tailings dan batuan limbah. Tailings dan sisah batuan limbah ini berasal dari sisah penggalian dan pengelolaan biji logam dan emas yang tidak di pakai lagi atau di bawah stadar kualitas yang di inginkan sehingga sisah – sisah batuan tersebut di buang ke dataran tinggi yang dengan kata lain di sebut waste rock.
SUMBER PENCEMARAN
Tailings dan waste rock ( sisa batuan )
Tailings dan waste rock ( sisa batuan ) berasal dari batuang yang di gali dari penggungan yang lebih dari separuhnya adalah overburden, yaitu biji logam kualitas rendah yang menutupi kandungan logam kulias lebih tinggi di bawanya.

Setelah overburden ini di gali, lalu di buang ke daratan tinggi kemudian di sebut waste rock atau batuan limbah. Batuan limbah ini memilki presentase mineral lebih rendah dari standar yang di pakai di pertambangan untuk dapat di proses sebagai biji tambang sehingga mengakibatkan banyak sekali sisa batuan yang tidak di gunakan dan di buang ke tanah dan badan sungai dan mencemari lingkungan. Sekitar 225 juta ton pertahun di buang kebadan sungan dan tanah jiks di rata – ratakan mencapai 600.000 ton di buag per hari.
Selain itu terdapat berbagai logam berat yang memiliki efek tocix yang tinggi untuk lingkungan sehingga berdapat buruk bagi biota –biota laut, tumbuh – tumbuhan dan makluk hidup lainya
Tanah Pembuangan tailing ke tanah membekab atau menyerang tanaman subur dengan menyumbat difusi oksigen ke zona akar tanaman ang mengakibatkan tanaman mati. Hal ini terjadi karena tanaman – tanaman tingkat tinggi maupun rendah, semua mengalami kekeringan karena tocixsitas dari tailing, selian itu endapan tailing dalam tanah juga menghancurkan sungai daratan rendah yang tinggi keanekaragaman hayatinya, serta hutan – hutan dan lahan bah yang mengalami kekeringan akibat racun tailing.

Sungai Pembuangan tailing dan logam berat ke dalam sungai akan menambah beban logam berat dan tocix kedalam air sungai yang berdampak pada biota laut yang ada dalam sungai tersebut seperti tembaga dapat menghabat daya kerja ikan dan meracuni telur – telur ikan dan larva udang yang baru menetas sehingga tidak akan ada pertumbuhan organisme baru yang dapat mengoptialkan daya dukung air sungai menjadi normal kembali.

Selain itu logam berat yang berasal dari tailing mengandung tingkat racun logam yang bermacam – macam seperti seleniun (Se), timbal (Pb), arsenik (As),seng(Zn), mangan(Mn) dan tembaga (Cu) yang secara signifikan tocixnya tinggi. Konsebtrasi dari beberapa jenis logam tersebut yang di temukan dalam tailing melampaui abang batas phytotoxicity yang tercantum dalam undang – undang sehingga berbahaya bagi lingkungan dan sekitar salah satu contoh kongkrit adalah pengujian sample yang lakukan dengan menguji tanaman yang tumbuh di daerah pembuangan limbah yang otomatis terdapat endapan tailing dan mengalami penumpukan logam beratpada jaringan ( tissue ) sehingga menimbulkan bahaya bagi makluk hutan ynag memakanya. Dan hal ini akan berpengaruh pada rantai makan. Dan hal ini telah terjadi saat ini hewan – hawan mengkonsumsi tumbuh – tumbuhan yang terkenan tailing, kemudia tailing berakomulasih dalam tubuh hewan dan hewan tersebut di konsumsi oleh manusia, dan manusia mengalami penyakit kulit seperti gatal – gatal, cacat mental pada anak baby yang baru lahir karena terkena racun, pusing –pusing dan berbagai dampak buruk lainya
Cerobong udara Pencemaran yang di sebapkan dari cerobong udara ini dari proses pemanasan emas dan tembaga yag memisakan material dari sisa –sisa batuan yang tidak di pakai, proses pemanasan itu yang menghasilkan asab, dan asab- asab itu di keluarkan melalui ceropong udara yang di miliki oleh setiap pertambang atau pabrik – pabrikdan hal ini yang menyebapkan polusi udara di area atau lingkungan pabrik tersebut. Dampak tersebut kepada masyarakat sekitar seperti batuk, pilek, orang tua lanjut usia mengalami pusing dan sesak nafas, anak – anak baby mengalami gannguan pernafasan dan iritasi kulit.
DAMPAK PENCEMARAN
Pemukiman warga
Dampak pencemaran ini berpengarus kepada pemukiman warga sehingga pemerintah memindahkan masyarakat ke daerah pesisir pantai.pemukiman warga bisanya di ambil alih paksa oleh perusahan atau parik – pabrik besar untuk di jadikan lahan pertambangan sehingga masyarakat lokal tidak di beri kesempatan untuk berdiam diri di situ,hal ini yang membuat pemerintah memindahkan masyarakat lokal ke pesisir pantai dan jauh dari area pertambang tersebut.
Hutan sagu
Karena pembuangan tailing ke sungai dan tanah mengakibatkan tumbuh – tumbuhan dan tanaman yang tumbuh menjadi mati salah satu dampaknya terkena hutan sagu sehingga sagu – sagu yang biasanya di konsumsi oleh masyarakat lokal dan penduduk setempat mengalami kekeringan berhektar – hektar. Hal ini mempersulit masyarakat untuk mancari sumber makan pokok
Longsor
Pertambang yang di lakukan oleh pabrik, tambang batu ataupun tambang emas dan tembaga pasti akan mencari tempat yang memiliki hasil kekayaan tersebut, salah satu tempat yang sering sekali di incar oleh pertambangan dan pabrik – pabrik adalah gunung. Dalam proses kegiatan ini gunung tersebut akan di galik dan bor bagian dalamnya.

Maka hasil – hasil tersebut akan di ambil dan diolah. Jika hal ini di lakukan terus menerus maka tanah akan mengalami kurusakan dan kurang keseimbangan ekosistem dan akan terjadi bencana alam seperti longsor
UPAYA YANG DI LAKUKAN
Surat Dari Gubernur Irian Jaya (540/2102/SET)pasal 26(e)PP 20/1990 tentang pengendalian pencemaran air;dan Keputusan Mentri Lingkungan Hidup No.51 Tahun 1995.

Peraturan pembuangan tailings ke sungai pasal 27 peraturan pemerintah No. 35 tahun 1991 mengenai pengelolaan sungai.
Pemerintah membuat surat peringatan dan himbauan kepada semua pabrik dan tambang – tambang yang berada di papua untuk memperhatikan pengelolaan limbah secara baik sebelum di buang ke badan sungai dan tanah. Namun surat – surat ini masih di sanggah oleh beberapa perusahan tambang karena mereka memiliki ijin yang tertuang dalam surat gubernur propinsi irian jaya menganai pemberian ijin pembuangan tailing ke badan sungai. Walaupun ijin tersebut sudah di berhentikan oleh lingkungan hidup dan di cantumkan dalam Undang – Undang otonomi Daerah (2001) dan Undang – Undang Pengelolaan Lingkungan (1997) yang pasal (20) yang mlarang pembuangan limbah industri tampah izin pemerintah.( Adelina )

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.