HIKMAH SUMBER MATA AIR KELING Untuk Hari Mata Air Dunia 29 Juli 2022

Hits: 969

Papuajaya.com – Purwosari Purworejo Pasuruan Jawa Timur, Pasuruan, IKROK IKROK IKROK, KITA BISA MEMBACA Pertemuan 3 TRI BHAKTI SUCI : DELING KELING SALING, serta Kita seyogyaNya, bisa menemukan HIKMAH dan Ilmu IlmuNya dalam memecahkan PERKARA, sebagaimana salah satu Karunia Hidayah yang diberikan oleh Tuhan kepada Nabi Daud dalam salah satu ayatNya di Al Quran, sesuai SabdaNya, yang pernah dikupas di KOPI MUJUR KOPI KEMUJURAN Lembah Gunung Arjuno Jawa Timur, menggenapi telisik dan telusuran bersama Lembaga Kajian Riset Bamboo Spirit Nusantara 2022, yaitu bagi mereka yang mendapat Hidayah, Hikmah, merupakan Rejeki yang banyak serta dibutuhkan olah akal pikir yang sehat cerdas, untuk mengerti PERIHAL dan PERKARA HIKMAH dan HIDAYAH, yang hanya ALLAH berikan bagi mereka yang dikehendakiNya sesuai yang sudah tertuang di dalam Surat Al Bakara 269.

Beberapa Dasar Berpikir, Kecerdasan Berpikir dan Kesadaran Berpikir dalam MEMBACA REALITA, untuk direnungkan dan dimeditasikan dengan menggunakan rasa yang dalam, dalam kedalaman kesadaran rasa Kita yang terdalam di “samuderaning meneng kalbu” Kita masing masing, di kedalaman Rasa Terdalam dari Kedalaman Kesadaran Jiwa Spirit Kita masing masing yaitu :

DELING adalah KANDEL dan KENDEL ELINGNYA, Tebal dan Kokoh Kesadaran Utamanya, pada Siapakah Akunya Aku dan Siapakah Tuhan Sang Penciptaku, Siapakah Tuhan Sang Pencipta Seluruh Alam Semesta Raya beserta Segala IsiNya, yaitu seluruh makhluk ciptaanNya. Tuhan Yang Maha Esa, yang meliputi secara Keu•Tuhan seluruh yang ada dan Tuhan ada di dalam setiap yang ada, sebab Tuhan juga Maha Ada, sampai pada ruang peluang hubungan yang intim dari Tuhan kepada seluruh Alam beserta segala isiNya tersebut, adaNya.

Menurut Ki Reksa Aksara, Ahli Aksara Jawa Kuno Modern Klasik, “Lihat kalimat yang mengikuti kata KELING itu dulu.Jika kata dasar KELING saja artinya Penggilingan tapi jika kata KELING dari sebuah bentuk kalimat maka dari kata KA+ELING menjadi KELING (selalu ingat)”.

KELING bisa JUGA mengarah pada diKELING saja, diIKAT saja, sehingga bisa untuk diikat dan dikuti dengan RASA KESADARAN PIKIRAN, RASA INGAT dalam Kesadaran Pikiran untuk saling ASAH ASIH ASUH, yang sudah sangat kental namun sungguh mendarah daging, ada meresap di dalam Sejarah dan Budaya Panjang Seni Budaya Adat Tradisi Adi Luhung Berbudi Pekerti Luhur di Nenek Moyang Nusantara Indonesia Raya Kita bersama ini, di seluruh Kawasan Bentangan Sabuk Katulistiwa Kita, Para Manusantara KINI NIKI ini.

KELING~KERENTEK SALING sambungan dan penghubung penguat untuk BISA SALING ROH GOTONG MEROHYONG TONGGO, dalam Aplikasi SALING TOLONG MENOLONG untuk sebutan dalam serangkaian POLA PIKIR, POLA UCAPAN serta POLA TINDAKAN, yang terkandung dalam peribahasa unen unen alias uger uger berbunyi “TONG PIKULAN BANYU TAMPAR’, dalam menyukseskan CEREMONI, PERAYAAN dan PENYELENGGARAANNya terkait HARI MATA AIR DUNIA, SOCA TIRTHA AMERTA DUNIA, Jumat Legi, 29 Juli 2022, di Prasasti Puyang Lingga Buana, Perumahan Bukit Alam, Blok S no 12, Suwayuwo Pasuruan Jawa Timur

Catatan Ki Reksa Aksara

TONG (mempunyai makna gotong royong)
PIKULAN (bersama sama mengangkat beban berat dan saling kebersamaan didalam menghadapi masalah), berikutnya BANYU (Sumber kehidupan) dan TAMPAR (Tali SALING ASAH ASIH ASUH persaudaraan)

sedangkan
biasanya unen unen ini dipakai untuk dijadikan Motto Pedesaan dalam membina kegotong royongan dan kebersamaan di dalam manggapai sebuah karya dan etos kerja dengan Saling Asah Asih Asuh.

Pemimpin TEAM TONG PIKULAN BANYU TAMPAR

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM
KETEK KRENTEK NIAT BUDAL. Begitulah Prinsip Sangheyang Hamim Duta Wisata internasional Muteri Kawasan Gunung Arjuna Induk Peradaban Dunia
Ketika memimpin Team Tong Pikulan Banyu Tampar, dalam menyatakan Sumber Mata Air, dari berbagai belahan PLANET BUMI
Untuk Hari Mata air Dunia 29/07/2022.

Sangheyang Hamim Sang Pemimpi Mega Proyek Wisata Internasional Muteri Kawasan Gunung Arjuna Induk Peradaban Dunia mengetengahkan video dari mata air sumber Lanang Suwayuwo, Sumber Badut Parelegi, SUMBER PORONG atau TLOGO SENTUL 20/07/2022, dilanjutkan juga hari ini, Kamis Pon, 21 Juli 2022 ke Sumber Mata Air Kendedes di Singosari Singhasari Malang Raya.

Klutik, Sangheyang Hamim Duta Wisata internasional Muteri Kawasan Gunung Arjuna Induk Peradaban Dunia
Komandan Team Tong Pikulan Banyu Tampar semakin bersemangat menghadirkan air dari berbagai SALING ASAH ASIH ASUH dari Sumber Mata Air di penjuru dunia, di Hari Mata Air Dunia 29/07/2022. Sangheyang Hamim telah blusukan Muteri Kawasan Gunung Arjuna Induk Peradaban Dunia untuk mendapatkan Air yang terpilih dari Sumber Mata Airnya langsung.

SERIAL PERSIAPAN MENUJU HARI MATA AIR DUNIA 29/07/2022 dalam Serial SALING ASAH ASIH ASUH dari Sumber Mata Air KELING KARANG REJO PURWOSARI PASURUAN JAWA TIMUR.

RUANG LINGKUP : SALING Dialog Perdamaian Dunia, SAKING Dialog Lintas Agama, Lintas Budaya, Lintas Bangsa, Lintas Religiusitas, SALING Sumber Belajar ~ Belajar Sumber dalam Lintas Kesadaran Dimensional Menuju Multidimensional.

ESESI nya : SIKAP CINTA BHAKTI Yang KUSYUK, TULUS MURNI Kepada TUHAN YANG MAHA ESA.

TEMA : KE~LING : KESADARAN ELING akan adanya Referensi di BAB 9 Pengetahuan Yang Paling Rahasia dalam BHAGAVAD GITA menurut Aslinya, yang terdapat dalam SLOKA Ke 26 yaitu Kalau Seseorang Mempersembahkan Daun, Bunga, Buah dan Air dengan Cinta Bhakti, Aku akan menerimanya.

Penjelasannya Aku di sini jelas Esensinya adalah Tuhan Yang Maha Esa.

PENJELASAN BAB 9.26 adalah

Orang cerdas mengerti bahwa ia harus sadar akan Krsna, yaitu tekun dalam CINTA BHAKTI rohani kepada Krsna, supaya ia dapat mencapai tempat tinggal yang kekal dan penuh kebahagiaan dan berbahagia selamanya.

Proses mencapai hasil yang sangat bagus seperti itu mudah sekali, dan orang yang paling miskin sekalipun dapat berusaha untuk mencapai hasil itu, tanpa diperlukan kwalifikasi apapun. Satu satunya kwalifikasi yang diperlukan sehubungan dengan hal ini ialah bahwa seseorang harus menjadi penyembah yang murni.

Sifat sifat maupun kedudukan seseorang tidak menjadi soal. Proses BHAKTI ini sangat mudah sehingga daun, bunga, air atau buah dapat dipersembahkan kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan CINTA BHAKTI yang tulus ikhlas dan Tuhan akan menerima persembahan itu. Karena itu, tiada seorangpun yang tidak mampu mengikuti Kesadaran Krsna, sebab Kesadaran Krsna sangat mudah dan dapat dipraktekkan di mana mana.

Catatan :

Dalam hal ini Krsna adalah DzatNya dan Sifat Sifat dari Tuhan Yang Maha Esa Itu sendiri, yang membutuhkan seluruh sikap dari diri manusia sebagai orang yang sungguh sungguh berkenan berkesadaran pikiran utama untuk bertaqwa kepadaNya, mahabah dan CINTA BHAKTI, yang sesungguh sungguhnya setulus tulusnya serta seikhlas ikhlasnya kepadaNya.

Penulis & Aplikator : Guntur Bisowarno.