Fasilitas Kesehatan di Kabupaten Biak Berkomitmen untuk Maksimalkan Penanganan Aduan

Hits: 228

Papuajaya.com – Biak – Sebagai bentuk fokus utama badan yaitu salah satunya peningkatan mutu layanan, berbagai macam inovasi dan terobosan terus dilakukan. Semua ini dilakukan demi meningkatkan kepuasan peserta JKN.

Dikatakan Kepala Bidang Kepesertaan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan Cabang Biak Numfor Diyah Susanti, monitoring dan evaluasi dari Petugas Pemberi Informasi dan Penanganan Pengaduan (PIPP) adalah sebagai bentuk peningkatan pelayanan informasi kepada peserta JKN di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL), yang disampaikan pada kegiatan pertemuan Monitoring dan Evaluasi PIPP FKTP dan FKRTL.

Sesuai dari data evaluasi implementasi SIPP sejak Januari hingga Juli 2022 terdapat 262 permintaan informasi dan 57 pengaduan dientri ke dalam aplikasi SIPP. Selain itu, dari 6 FKRTL yang sudah mempunyai user apikasi Saluran Informasi Penanganan Pengaduan (SIPP) sudah 5 FKRTL yang melakukan pengentrian informasi dan pengaduan.

“Aplikasi SIPP ini dibuat untuk melayani peserta ketika ada pengaduan dan permintaan informasi. Untuk itu perlu dilakukan monitoring dan evaluasi secara rutin terhadap pelaksanaan PIPP di FKTP dan FKRTL guna mendapatkan persamaan persepsi dalam memberikan informasi kepada peserta dan sebagai salah satu komitmen dari BPJS Kesehatan dan pihak FKTP dan FKRTL dalam hal peningkatan mutu layanan demi tercapainya kepuasan peserta,” tambah Diah.

Hasil dari monitoring dan evaluasi PIPP, ini disepakati 2 hal yaitu akan adanya kegiatan penambahan user untuk PIPP di FKTP Kabupaten Biak dan selanjutnya komitmen dari FKTP untuk mengisi segala pengaduan dan permintaan informasi pada Aplikasi SIPP.

Salah satu peserta monitoring dan evaluasi petugas PIPP dari FKTP Biak Kota, Rosalina mengatakan kesiapannya dalam mengoptimalkan pengaduan dan pemberian informasi terkait Program JKN walaupun saat ini petugas entri yang ada harus berbagi tugas lainya dengan pelayanan sehingga terkadang lupa untuk menginput segala macam pengaduan dan permintaan informasi pada aplikasi SIPP.

“Semaksimal mungkin aduan dari peserta JKN yang kami terima akan kami entri ke dalam aplikasi dan berkoordinasi dengan petugas BPJS Kesehatan dalam menangani aduan yang masuk. Dengan kegiatan monitoring dan evaluasi ini dapat menyamakan pemahaman dalam memberikan informasi ke peserta JKN sehingga mengurangi risiko terjadinya salah informasi atau perbedaan dalam penyampaian informasi ke peserta JKN,” tuturnya. (fs/sp)