Elisa Yarusabra : Penggunaan Dana Kampung Tahun 2021 Harus Transparan

Hits: 853

Papuajaya.com – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat (DPMK) Kabupaten Jayapura pastikan Dana Desa (ADD) akan cair dibulan April usay libur paskah.

Langkah pertama yang kami lakukan adalah memastikan regulasi – regulasi dana Desa kemudian penatausahaan pelaporan Kampung dan apbk Kampung yang harus diposting pada sistim keuangan Desa

Bulam April ini harus masuk Dana Kampung paling lambat setelah libur paskah, bahwa 8% dana desa untuk penanganan dan pencegahan covid-19 disertai juga dengan Blt.

Tetapi untuk cairkan itu ada mekanismenya, penyelesaian peraturan Bupati (Perbup) sudah selesai dilakukan dan juga surat kuasa dari Kabupaten dan pengatar ke kppm.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung. Elisa Yarusbra, mengatakan, dipastikan paling lambat minggu kedua atau ketiga dana desa sudah masuk tetapi bisa di proses karena ada tahapan yang harus Kampung penuhi pertama harus pastikan apbdsnya atau apbknya Kampung sudah diposting di Keuangan dan penataanusahan pelaporan dana sebelumnya harus dimasukan dulu baru dananya diproses.

” Uang sudah ada tetapi mekanisme – mekanisme ini harus dipatuhi oleh Kampung agar tidak terjadi keterlambatan pada proses berikutnya. Dana desa lebih awal disalurkan kemudian dana adk.” Ucap Elisa.

Adk sedikit lambat kita masih banyak penyesuaian-penyesuaian karena ada beberapa kebijakan dari Pemerintah Daerah terkait dengan belanja belanja afirmasi harus lihat baik dan teliti dan tidak terlalu lama adk sudah dikeluarkan,

Elisa menambahkan, Dana Desa dikeluarkan lebih awal, karena karena prioritasnya penanganannya, Blt, Covid -19 dan padat karya serta kegiatan – kegiatan lainnya sesuai dengan schedule pencairan dari kementerian keuangan kementerian Desa.

Sangat ketat tahun ini dan satu hal yang saya tambahkan, tahun ini akan berbeda dengan tahun sebelumnya tahun sebelumnya itu Kampung masuk pelaporan baru kami monitoring dan tahun ini tidak tiap 2 bulan kami akan evaluasi langsung di Distrik, itu apa yang kita evaluasi realisasi keuangannya kemudian realisasi fisiknya dan juga sisa dana yang ada itu berapa yang masih tersisa di apbk Kampung atau rekening Kampung.

Evaluasi akan dilakukan bisa 3 sampai 5 kali Kepala Kampung harus datang dengan data dia tidak datang ngomong komat-kamit rata-rata yang direalisasikan, berapa realisasi keuangan yang tapi itu akan berjalan rutin bisa sampai 3 sampai 5 kali sehingga kita punya data dan kita turun tapi mereka akan bersama-sama dengan Inspektorat dia juga ada fungsi pendampingan sehingga fungai pemeriksaan dilakukan lebih awal

Kita harus lebih maju lebih teliti dan lebih transparan dan kampung-kampung harus transparan sudah tidak lagi hanya datang posting di Dpmk, dan Dpmk saja yang tau, semua masyarakat Kampung harus tahu dan di pajang di kampungnya pinggir jalan dilihat semua kita harapkan wajib hukumnya semua kampung melakukannya. (DaniEl).