Ejawantah SabdaNya di Gunung Arjuno Bromo Semeru dalam Sains Teknologi WATU BATU 2021.

Hits: 2549

Papuajaya.com – Purwosari Pasuruan Jawa Timur, Selasa Kliwon, 19 Januari 2021 Dasar Sains Teknologinya Semenjak Khairuddin Lubis, Penemu Teknologi Meditasi Kecerdasan Multidimensional; Teknologi Limas Bamboo Segi 8 sejak 2012 ~ 2021; sudah mampu membreak down, kata dan kalimat, sastra sasmita dari *manusia sastra budaya canggih* ; yaitu Pada Mulanya adalah SABDA, begini mekanisme uraiannya:

” Awal mula hadir adalah “bunyi”.
Memiliki amplitudo ( keras lemah ) bunyi, dalam dua polarisasi, positive dan negative yang di pisahkan oleh titik nol ( hening ). Rapat renggang getaran ditandai sebagai warna suara ( karakter bunyi ) yang memiliki kecepatan rambat ( waktu ). Pergerakan kecepatan rambat akan menghasilkan jarak.

Dari kehadiran bunyi inilah terbangun realita “waktu”, “ruang”, “bentuk” dan “sifat”.
Kemudian menyusul “warna”, “rasa”, dan “bau”.

Agar semua dapat dipersepsi oleh manusia, maka manusia dilengkapi dengan “Indra pengetahuan” ( panca Indra ).

Agar manusia dapat hidup dan berkehidupan maka dilengkapi dengan Indra bekerja ( bicara, makan dan minum, buang air besar dan kecil, memegang dan berjalan ).

Agar manusia memiliki kehendak bebas sebagai pilihan, maka manusia juga dilengkapi dengan Indra spiritual ( akal, nafsu, ego, rasa dan inti rasa ).

Menyusul breakdown tentang Indra spiritual.”

Kita juga sudah mendapat peneguhan sejak Kita melakukan jelajah dan napak tilas Perjalanan Gong Gamelan Pakarana Maha Bajra Sandhi, di Kebo Iwa Denpasar Bali dari 2011 ~ 2021

“Pada Mulanya Bunyi, Witing Ring Sabde..”

Seluruh Karya dan Maha Karya berbasis Seperangkat Alat Musik Gamelan Pakarana dengan Para Penabuh Utama adalah anak anak sebelum akil balik sebagai Perjalanan Sejarah Peristiwa Kejadian dan Kisah PENEMUAN dari VISIONER JAMAN Kemartabatan Baru dari

Maha Bajra Sandhi, Prof Ida Granoka Gong Musik Mistik Linguistik; sesudah pasca 75 Tahun Kemerdekaan R1 , Peradaban Kemartabatan Baru 2021 ~ 2045; yang sudah di gelar 29/12/2020: dalam bentuk Webinar Dialog Imajiner Virtual #3 Maha Bajra Sandhi Seni Sains Pondasional Perkara Ejawantah SabdaNya di Jaman Kemartabatan Baru ; 20 Tahun Program Mahkota Tujuh Abad Bhinneka Tunggal Ika; menggunakan Tema *Peran Manusia Dewata dalam Revolusi Permata*; dengan tendem Bunda Biyung AR, Wartawan Jurnalis Senior, yang mendalami *Sejarah Ruh Hikmat Kebijaksanaan Ilahi di antara Para Bangsa di Bumi Ini* selaku Ketua Bidang Komunikasi dan Kerjasama Antar Lembaga, di Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia AWPI dan Nyoman Artha, Ketua Koperasi Petani Bali dan Penggerak Penggagas Pelaku SabdaNya dalam Program Pasar Rakyat Bali 2020 ~ 2021 dengan Judul *Pentingnya Spirit Zaman Keemasan di Jaman TULAH*; Jaman pikiran terbalik balik, istilah ini Nyoman Artha buat dari kata kata orang tua di Bali Kuno dahulu kepada Kita anak anaknya, ketika Kita tidak lagi mau mendengarkan kata kata bijak dan nasehat dari orang tua, Kita akan hidup dengan kepala dibawah dan kaki di atas, yang diistilahkan dengan TULAH.

*Ejawantah Konteks Massa Depan berbasis Sains Teknologi Massa Kini dan Massa Lalu*

Kita menemukan dan Mengimplementasikan apa yang direkomendasikan di bawah ini :

Damai
Napak Pertiwi
Tedak Siti
Footprint
Catatan Kaki
Rekam Jejak

COVID 19 GREAT TEACHER
Covid19, mengingatkan mobilitas manusia sudah tidak mengikuti batasan alam.. Batas ruang, waktu dan keadaan tertentu, sehingga dengan Covid19, kita ikut secara pasif dan terpasif kan, kecuali sadar tersadarkan:

Apapun yang kita temukan, sawah, kebun, metamorfose capung, belalang, genjer, sereh dan seseorang, virus corona, berlumpur di sawah, semuanya dapat berperan sebagai guru, guru luar biasa, sebagai navigator, googlemap, JPS
Semua pengalaman tersebut terekam dakam rekaman DNA dan menjadi bagian kehidupan
Pandemi Civid19 dan semua fenomenanya terekam dalam DNA

Menyatukan diri dengan lima elemen dasar kehidupan ( pancabhuta) untuk menjalin sinkronisasi, sehingga rekaman DNA dalan sel senyawanya dapat membangun sinkronisasi yang harmonis di tengah tengah chaos Pandemic Covid 19 ini.

Akallah yang mampu mempertemukan sains teknologi massa lalu dan massa kini menjadi sains teknologi imajinasi virtual massa depan yang jauh lebih baik dan harmonis.

Yogyajarta 17012021
Igp Suryadarna
Ethnobotanist
Ethnoecolog
Universitas Negeri Yogyakarta.

“The Harmoni Art Rock Balancing adalah Program Menyongsong Sains Teknologi Massa Depan Zaman Keemasan Martabat Baru Jagad Renovasi Total dan Jagad Kedamaian Semesta Raya 2021, begitulah kesepakatan Kesadaran Ki Warno Padepokan Nriman Martopuro Purwosari Pasuruan Jawa Timur dengan Ki Sabrang Wiryogati PIC Program Menanam Sejuta Pohon Studio Alam Kertosari Purwosari Pasuruan Jawa Timur.

Nyoman Artha: Zaman di mana semuanya berjalan harmonis

Nyoman Artha: Keseimbangan semua energy yang bekerja dalam Semesta, baik bhuwana agung maupun bhuwana alit

Nyoman Artha: Saya menterjemahkan, menghayati dan mengaplikasikan semua itu dalam gerak, yang saya istilahkan dengan SASTRA NAPAK PERTIWI

Nyoman Artha: Menterjemahkan pandangan pandangan visioner dari seorang Granoka tidaklah mudah.

Nyoman Artha: Harus ada penyatuan antara cipta rasa dan karsa.

Itu Kita lakukan di Bentangan Energi Enerjologi Keindahan Alam Ejawantah SabdaNya di Gunung Arjuno Bromo Semeru adaNya, is Begun sudah dimulai, dengan Sains Teknologi *SUSUN SAIKI* : WATU BATU PENJURU Peradaban Martabat Baru Abad 21.

Penulis Guntur Bisowarno

Photo Suyono