DIREKTUR YAYASAN MITRA PEREMPUAN PAPUA MEMINTA JOKOWI USUT TUNTAS PELANGGARAN HAM BAGI MAHASISWA PAPUA DI KOTA SURABAYA

Hits: 2900

Papuajaya.com Manokwari 18 Agustus 2019 – Melalui hasil wawancara dengan mantan Wakil ketua I MRP Papua Barat dan juga sebagai Direktur Yayasan Mitra Perempuan Papua. Yang terfokus pada pembelaan HAM Orang Asli Papua. Meminta kepada Negara dalam hal ini. Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. Untuk menindak lanjuti insiden yang terjadi kepada mahasiswa Papua di Kota Surabaya.

Menurut Ani Sabami, Insiden tersebut merupakan pelanggaran HAM Berat yang terjadi dilakukan oleh aparat keamanan Kota Surabaya serta elemen masyarakat. Terhadap Mahasiswa Papua yg sedang di tindas dan mengalami perlakuan penghinaan ras lewat kata_kata hinaan Monyet hitam, jelek, dan di pukul secara tidak wajar. Hal tersebut telah menjatuhkan harkat dan martabat Orang Papua.

Lanjut Ani Sabami menjelaskan pelanggaran terhadap Mahasiswa Papua yang berada di Kota Surabaya perlu di tindak lanjuti dengan cepat dan seadil-adilnya oleh Presiden Jokowi Dodo. TNI/POLRI dan semua elemen. Karena orang Papua merupakan makhluk ciptaan Tuhan yang Maha Esa, dan sebagai bagian dari bangsa Indonesia. Bila di lihat dari sisi politik, masyarakat Papua telah memberikan dukungan penuh mendukung Jokowi menjadi Presiden RI. Sehingga sebagai kepala negara Jokowi bertanggungjawab penuh menegakan keadilan di negara ini. Berdasarkan amanah Undang-undang dasar negara Republik Indonesia dan Pancasila agar tidak terjadi kerusuhan yang mengorbankan generasi bangsa ini.

Di akhir penjelasannya Mantan Wakil Ketua I MRP Papua Barat, secara tegas meminta kepada Gubernur Papua dan Papua Barat. Buapati dan seluruh Stakeholder untuk memberikan dukungan kepada mahasiswa Papua yang ada di Kota Surabaya, sehingga persoalan ini dapat di tindak lanjuti dengan baik tidak mengorbankan mahasiswa yang mengalami penindasan tutup Ani.

Penulis. Calvin Papuajaya.com.