Catatan Team Tong Pikulan Banyu Tampar Untuk Hari Mata Air Dunia 29 Juli 2022

Hits: 2893

Papuajaya.com – Purwosari Purworejo Pasuruan Jawa Timur, Rabu Wage, 27 Juli 2022.
Segala daya dan upaya Kita masing masing serta secara TEAM, untuk MEMPERSIAPKAN DIRI, baik Badan, Pikiran dan Jiwa serta Spirit Kita, Kita semua yang sudah terlibat dalam MEMPERSIAPKAN dan MENYONGSONG HARI MATA AIR DUNIA 29 Juli 2022, sebagaimana yang JUGA sudah ditemukan dalam perjalanan spiritual dengan mengalami untuk SEMAKIN MENGERTI dan SEMAKIN MEMAHAMI KEHENDAK TUHAN atas skenario perjalanan hidup kehidupan di massa kini, dengan dan di dalam 4 Unsur Kedirian Manusia tersebut, yaitu Badan, Pikiran, yang adalah fisik dan Jiwa serta Ruh, yang adalah Spirit oleh Saudara Khairuddin Lubis, sudah tertuang tertulis terkaji secara logis dalam kajian logis bukunya secara mendetail, yang bertajuk MEMBUKA TABIR POTENSI DIRI, terbitan Bamboo Spirit Nusantara 2022, berbasis Perjalanan Beliau sebagai Praktisi Meditasi selama 20 Tahun lebih.

Usaha dan Upaya Kita untuk menetapkan 29/07/2019 sebagai Awal Mula Jadi Hari Mata Air Dunia dan kemudian sekarang menyelenggarakan HARI MATA AIR DUNIA 29 Juli 2022 sejak 2019 tersebut, juga untuk Kita serta setiap Pribadi yang Ikut terpanggil olehNya, dalam rangka semakin MENGERTI DIRI Sejati, Rasa Sejati, Hidup Sejati dan semakin MEMAHAMI KEHENDAK TUHAN atas Gunung Gemunung Khususnya Gunung Arjuno, yang kemudian sejak 14/10/2020 berhasil mempunyai dimensional sebutan Kawasan Gunung Arjuno Induk Peradaban Dunia oleh Saudara Sangheyang Hamim dan SUMBER SUMBER MATA AIR yang terkandung di dalamnya, sebagaimana yang sudah tertuang dalam Sabda Sabda, Dawuh dan TitahNya [baca : rekomendasi Ki Warno Padepokan Nriman Jln Mukibat Purwosari Pasuruan Jawa Timur red.] di Al Quran, Bhagawad Ghita dan Al Kitab, untuk sementara Kita baru ketemu dan bertemuNya di 3 Sumber Belajar ~ Belajar Sumber tersebut, seyogyanya JUGA semakin yakin juga, PASTI ada di segenap Kitab Suci dan Kitab Kebijaksanaan lainnya diseluruh dunia ini, karena ini bukan sebatas wacana namun ini adalah kawasan kesadaran realita yang bisa berbicara berbunyi bersuara dengan sendirinya bersama frekuensi gelombang sabdaNya.

Catatan Penting Dari Ki Reksa Aksara :

TONG (mempunyai makna gotong royong) sedangkan PIKULAN (bersama sama mengangkat beban berat dan saling kebersamaan didalam¨menghadapi masalah), mengenai BANYU (Sumber kehidupan) dan TAMPAR (Tali asih persaudaraan).

biasanya unen unen ini dipakai serentak dalam Seni Budaya Adat Tradisi Manusantara Nusantara Indonesia Raya Kita bersama sama ini, untuk dijadikan motto pedesaan dalam membina kegotong royongan dan kebersamaan di dalam manggapai sebuah karya dan etos kerja dengan saling asah asih asuh.

Catatan Penting dari Bamboo Spirit Nusantara Support System sebagai Pencetus Penggagas Pelaku Inisiator Hari Mata Air Dunia sejak 29 Juli 2019 hingga 2022 dan seterusnya adalah :

Tanaman, Hewan, Manusia dan Seluruh Alam Jagad Raya beserta segala isi ciptaanNya ini, sangat membutuhkan PERLINDUNGAN dari DAYA SPIRITNya Tuhan Yang Maha Esa, dalam sifat Nya yang meliputi KESUCIAN, KEMURNIAN, KEBENARAN, KEINDAHAN, di Seni Budaya Adat Tradisi Jawa Bali Kuno disebutlah sebagai SIWAM, SATYAM, SUNDARAM, dari Esensi AIR dari Sumber Sumber Mata Air yang sudah diberkati Tuhan, dari upaya orang beriman dan orang orang bertaqwa padaNya, untuk menemukan, merawat, menjaga, merawat serta memelihara SUMBER MATA AIR, dalam bahasa dan bahasan JAWA KUNO disebut SOCA TIRTHA AMERTHA, MATA AIR SUCI.

Salah satunya ada di dalam Al Quran yaitu Surat 54 ayat 54, Surat Al Qomar yang berbunyi Sesungguhnya Orang Orang yang Bertakwa berada di taman surga dan sungai, sedang Surat Angin yang menerbangkan Surat 51 ayat 15, Sesungguhnya Orang Orang bertakwa berada di dalam taman dan mata air, sedangkan Bhagawad Ghita Sloka 9.26 yaitu bahwa Daun, Bunga, Buah dan Air adalah media untuk Bhakti Suci kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk memperoleh kebahagiaan sejati dan kehidupan kekal, dan di Al Kitab orang yg beriman dan teguh bertaqwa pada Tuhan dari dalam hatinya akan mengalir aliran air sumber sumber kehidupan yang terus menerus,

HONG ULUN BESUKI LANGGENG …

serta semoga semua makhluk bisa berbahagia, karena Mereka dan Kita sudah bertemu, mengerti dan mengalami esensi hakekat dari MATA AIR SUCI, SOCA TIRTA AMERTA tersebut.

Ada Kesadaran Usaha dan Upaya dari Satuan Kebaikan dan Satuan Ajakan Kebaikan ke Satuan Kebaikan Ajakan Kebaikan selanjutnya serta Satuan Kebijaksanaan demi Satuan Kebijaksanaan dari Pimpinan dan Team Tong Pikulan Banyu Tampar, Moch Nur Hamim, Sangheyang Hamim, Duta Wisata Internasional, Kawasan Gunung Arjuno Induk Peradaban Dunia, Menuju Jumat Legi, 29 Juli 2022, yang tahun ini jatuh di Lokasi Penyelenggaraan Ceremoni Acara Hari Mata Air Dunia di Prasasti Lingga Buana di Griya Rumah Mr. Sangheyang Hamim tersebut.

Ada beberapa tahapan pengumpulan air dari sumber sumber mata air sedunia untuk HARI MATA AIR DUNIA di Prasasti Lingga Buana, yaitu :

Skenario Tahapan Pimpinan Tong Pikulan Banyu Tampar 2022 sd 2024 Untuk Hari Mata Air Dunia.

Sangheyang Hamim mendatangkan dengan berencana, berpikir, berucap dan bertindak untuk Air dari 313 Mata Air Dunia di Hari Mata Air Dunia

Tahun 2022 (29-30) perihal ini, sudah terlampaui targetnya, tercatat pada 27/07/2022, sudah melampaui 30 air dari sumber mata air suci, SOCA TIRTA AMERTAnya.
Tahun 2023 (202)
Tahun 2024 (313)

Untuk 29 Juli 2022 Jumat Legi, Besok Ini, sudah ada perwakilan kawasan dari :

Angkatan Darat Polaman
Angkatan Laut Karang hitam
Angkatan Udara Kendedes
Bayangkara Watu Kosek.

Usaha dan Upaya Pertama Team Tong Pikulan Banyu Tampar :

Tri Murti 3 Mata Air dari Angkoso, dari Samudro, dan dari Darat, akhirnya di ambil Tong Pikulan Banyu Tampar yang dipimpin Langsung oleh Sangheyang Hamim Duta Wisata internasional Muteri Kawasan Gunung Arjuna Induk Peradaban Dunia.

Usaha dan Upaya Kedua :

BERSYUKUR ALLAH PERKENALKAN Sangheyang Hamim DUTA WISATA INTERNASIONAL MUTERI KAWASAN GUNUNG ARJUNA INDUK PERADABAN DUNIA DENGAN Bapak NUR WAHID yang dengan senang hati turut menghadirkan air dari 7 mata air yang berada di Area Pertapaan Goa Narutama Lereng Gunung Penanggungan

7 MATA AIR TERSEBUT ATAU SUMBER PITU:
1. SENDANG KILI SUCI
2. SUMUR WINDU
3. WATU KENONG
4. SENDANG PUTRI KENCONO
5. SUMBER REJEKI
6. TIRTA BANTENG ROBO
7. SENDANG CURAH TIMAH

BISIK BPK NUR WAHID PADA Sangheyang Hamim ” SEMOGA KITA DIBERI KESEHATAN DAN KELANCARAN REJEKI NJEH MAS
……. SEMOGA JAGADRAYA BESERTA ISINYA TURUT MENGAMINI DAN ALLAH MERIDOI
AAMIIN..

Usaha dan Upaya Ketiga :

RUTE Sangheyang Hamim DUTA WISATA INTERNASIONAL MUTERI KAWASAN GUNUNG ARJUNA INDUK PERADABAN DUNIA HARI INI SANGAT PADAT
SEBAGAI KOMANDAN TONG PIKULAN BANYU SUMBER HARUS MAMPU MENGKOORDINIR TEAM YANG DITUGASKAN DISETIAP MATA AIR YANG SUDAH DIRENCANAKAN UNTUK DIDATANGKAN AIRNYA DAN SAMPAI DI Prasasti Puyang Lingga Buana DENGAN KONDISI SEMPURNA
SELAIN AGENDA DENGAN YM Sihji I Sih Kobar DAN YM Nasuri Hari ini Sangheyang Hamim yang juga Sang Pemimpi Mega Proyek Wisata Internasional Muteri Kawasan Gunung Arjuna Induk Peradaban Dunia, harus menuntaskan program di Sidoarjo Mojokerto Jombang Kediri Blitar Malang.

Usaha dan Upaya Keempat :

Sangheyang Hamim Sang Pemimpi Mega Proyek Wisata Internasional Muteri Kawasan Gunung Arjuna Induk Peradaban Dunia Yang Merupakan Komandan Tong Pikulan Banyu Tampar menargetkan Peringatan Hari Mata air Dunia 29 07 2024 ada 313 air dari mata dari seluruh penjuru dunia yang hendak dihadirkan di Prasasti Puyang Lingga Buana.

Sangheyang Hamim Duta Wisata internasional Muteri Kawasan Gunung Arjuna Induk Peradaban Dunia mengaku tidak merasa keberatan dalam 10 hari kerja menjelang ceremonial peringatan Hari Mata Air Dunia 29 07 2022 harus mendatangkan sedikitnya 29 – 30 air dari mata air Dunia karena dalam 6 hari kerja hingga postingan ini di aploud sudah 41 air terkumpul dari mata air Kawasan Gunung Arjuna Induk Peradaban Dunia dan sekitarnya belum termasuk dari perusahaan multinasional dan AMDK yang beredar di dunia dan ZAM ZAM juga Mata Air Sungai Gangga

Di hari Mata Air -4 Sangheyang Hamim mendampingi Ym Nasuri mengambil air dibeberapa mata air rute LERENG Gunung Wlirang

Dengan izin Allah SWT Ingsya Allah di Hari Mata air Dunia 29 07 2022 sedikitnya ada 41 air dari mata air dunia, sedangkan pada peringatan Hari Mata air Dunia 29 07 2023 di rencanakan ada sedikitnya 202 air dari mata air dunia dan pada peringatan Hari Mata Air Dunia 29 07 2024 ditargetkan ada 313 air dari mata Air dunia yang disatukan di Prasasti Puyang Lingga Buana

Allah Kuasa Makhluk tak Kuasa
Semua MAHLUK berhajad kepada Allah SWT.

Air bisa dijadikan obat dan dimanfaatkan sebagaimana fungsinya pun karena air berhajad dan bermunajad kepada Allah SWT

Sangheyang Hamim SanghEyang Langlang Jagat bos Warkop SanghEyang Hamim cuman sekedar menjalankan yang bisa Sangheyang Hamim laksanakan.

Sangheyang Hamim tetaplah Sangheyang Hamim yang syarat dengan senyuman
😁😁😁😁😁😁 Punten lurr
SELAMAT istirahat siang

Catatan Tambahan :

Alkitab Amsal 20 ayat 5 berbunyi seperti ini Rancangan di dalam hati manusia seperti air yang dalam, tetapi orang yang pandai tahu menimbanya.

Alkitab Yesaya 48 ayat 21 berbunyi “Mereka tidak menderita haus, ketika Ia memimpin mereka melalui tempat tempat yang tandus, Ia mengeluarkan air dari Gunung Batu bagi mereka, Ia membelah Gunung Batu, maka memancarlah air”. (Baca Dusun TAMBAK WATU Desa TAMBAK SARI lembah Gunung Arjuno red.)

Penulis & Aplikator : Guntur Bisowarno