Anggota Komisi I DPR RI Muhammad Farhan Prihatin Atas Tewasnya Warga Sipil Akibat Ulah KKB

Hits: 885

Papuajaya.com – Jakarta – Anggota Komisi I DPR RI fraksi NasDem, Muhammad Farhan, menilai tindakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua yang menciptakan rasa takut kepada warga sipil sebagai tindakan teror. Farhan meminta pemerintah mengganti status KKB menjadi kelompok teroris.
“Tindakan kekerasan mereka (KKB Papua) ini jelas tujuannya menciptakan rasa takut di kalangan masyarakat sipil, artinya mereka sudah melakukan tindak pidana terorisme. Maka harus ditindak berdasarkan Undang-Undang Pemberantasan Terorisme (UU No 5 Tahun 2018),” kata Farhan kepada wartawan, Sabtu (17/4/2021) malam.

Farhan mendesak agar pemerintah segera memasukkan KKB ke dalam kelompok teroris sehingga aparat khusus bisa diterjunkan untuk memberantas kelompok yang terus melakukan kekerasan dan perusakan tersebut.

“Oleh sebab itu pemerintah harus tegas mencabut status KKB dan menggantinya menjadi kelompok terorisme yang mengancam ideologi bangsa. Sehingga perlu tindakan tegas, terukur, dan cepat. Sehingga bisa diturunkan Densus 88 dan Satuan Anti Teror TNI (Koopsus),” jelas farhan

Lebih lanjut, Farhan turut prihatin atas tewasnya 4 warga sipil karena ulah KKB Papua. Dia sangat menyayangkan peristiwa pembunuhan terhadap warga tak berdosa.

“Kita sebagai satu bangsa sangat prihatin mendengar kabar ini. Apalagi yang menjadi korban adalah perempuan, anak sekolah, dan tenaga pendidik,” kata dia.

Pendekatan ekonomi yang dilakukan pemerintah kepada Papua, kata Farhan, telah memberikan dampak positif. Oleh karena itu, dia meminta agar aparat menjamin keamanan warga Papua.

“Pendekatan pembangunan ekonomi di Papua oleh Presiden Jokowi secara signifikan berpengaruh positif pada perekonomian. Apalagi Papua pun dipercaya untuk jadi tuan rumah PON 2021, artinya harus dijaga sangat aman. Alias harus bisa dikawal dalam hal kamtibmas,” jelas dia.

Dalam satu minggu terakhir KKB telah membuat 4 warga tewas. Mereka yang tewas adalah guru, pelajar hingga tukang ojek. KKB juga merusak sekolah, rumah warga, dan membakar rumah anggota DPRD di Beoga.

Pada Kamis (8/4), seorang guru SD atas nama Oktavianus Rayo (43) tewas ditembak KKB di Kampung Julukoma. Pada Jumat (9/4), guru SMP bernama Yonathan Randen tewas ditembak KKB. Tukang ojek bernama Udin (41) tewas ditembak KKB di Pasar Ilaga, pada Rabu (14/4). Pada Kamis (15/4), seorang pelajar SMA di Ilaga tewas ditembak KKB.

Kemudian, KKB itu juga disebut memperkosa gadis-gadis desa. Distrik Beoga di Kabupaten Puncak menjadi ‘hitam’ karena ulah KKB.

“Kami para gembala (gereja) su tidak dianggap lagi. Kampung Kami (Beoga) su hitam karena mereka (KKB),” kata Pendeta Jupinus Wama lewat keterangan pers tertulis serta video yang diterima dari Satgas Nemangkawi, Sabtu (17/4). (fs/lir/jbr)